Categories: MIMIKA

Soal Kapiraya, Kepala Suku Mee Imbau Warga Percaya Pada Proses Penyelesaian

MIMIKA – Rangkaian proses penyelesaian tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di Kapiraya saat ini sedang terus diupayakan.  Agar proses ini dapat terus berjalan tanpa adanya hambatan, tentu dibutuhkan adanya sinergitas antara semua pihak, baik pemerintah hingga masyarakat adat.

Dengan begitu, rangkaian proses penyelesaian tapal batas ini dapat tercapai sehingga situasi keamanan yang tetap kondusif dapat tercipta.

Di tengah proses ini, Kepala Suka Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang kerap muncul secara tiba-tiba di sosial media.

Ia meminta semua pihak agar tetap tenang, terutama masyarakat adat Suku Mee dan mempercayakan proses yang sementara ini sedang diupayakan.

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu, atau ada provokator yang sementara berkembang, dinamika yang sementara berkembang di media dan lain-lain. Harus menahan diri supaya persoalan ini harus benar-benar kita ciptakan daerah ini aman, damai dan sentosa,” ungkap Melkias saat ditemui, Rabu (18/2) malam.

Selama berada di Mimika, Melkias mengaku telah bertemu dan menjalin koordinasi bersama sejumlah tokoh, baik tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan juga beberapa tokoh lembaga masyarakat adat (LMA).

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

5 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

6 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

7 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

8 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

9 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

10 hours ago