

Ribuan umar Islam memadati Lapangan Eks Pasar Swadaya untuk mengikuti Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1445 Hijriah. (Foto: Selvi)
TIMIKA – Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1445 Hijriahyang jatuh pada Rabu (19/7/2023) turut diperingati umat Islam yang ada di Kabupaten Mimika. Pada peringatan Tahun Baru Islam kali ini, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Pemkab Mimika menggelar pawai ta’aruf yang dipusatkan di Lapangan Eks Pasar Swadaya Timika.
Pawai ta’aruf diikuti ribuan umat mulai dari anak-anak, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, Dewan Kemakuran Masjid (DKM) dan Majlis Taklim. Bahkan kali ini ada yang istimewa karena diikuti ibu-ibu dengan mengenakan pakaian adat Papua.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Mimika, Andi Ramli Terru mewakili Pj Bupati Mimika berharap peringatan 1 Muharram dijadikan momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT salah satunya dengan cara menunaikan salat sesuai perintah Rosul.
Sementara itu, Ketua PHBI Mimika, La Itam Gredenggo mengapresiasi dukungan pemerintah sehingga pawai ta’aruf tahun ini bisa kembali sukses digelar. Juga kepada para sponsor yang memberikan dukungan berupa hadiah yang diundi setelah pawai.
Dengan membludaknya peserta pawai tahun ini, La Itam menyebut jika hal ini sejalan dengan semangat umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, meningkatkan keimananan serta terus menjaga silaturahmi dengan sesama.(ryu)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…