

Eqbert Kopeuw (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Nama dan Jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura dicatut oleh akun palsu, untuk guna menipu sejumlah pengusaha, kepala sekolah hingga guru-guru disejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura.
Modusnya tidak main-main, pelaku membuat akun palsu facebook dan masengger atas nama Plt. Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Eqbert Kopeuw, selanjutnya melalui aplikasi media sosial mengirim pesan yang berbunyi permintaan mentransferkan sejumlah uang untuk mendapatkan proyek atau pekerjaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.
Bahkan para guru dan juga Kepala Sekolah SMA, terutama mereka yang belum mendapatkan gaji setelah lembaga pendidikan SMA dan SMK dilimpahkan kembali ke kabupaten, juga dimintai sejumlah uang untuk syarat pengurusan pencairan gaji para guru tersebut. Atas kondisi ini, Eqbert Kopeuw merasa sangat dirugikan dan dimanfaatkan oleh pelaku yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.
“Ada orang-orang jahat yang menggunakan akun palsu menggunakan nama saya, gelar, foto saya dan istri, lengkap dengan gelar dan jabatan. Mereka Inbox orang lewat, messenger di medsos , minta uang, minta CV dan banyak yang telepon saya,” kata Eqbert Kopeuw kepada wartawan di Sentani, Kamis (23/2).
Dia mengatakan, peristiwa ini sudah terjadi sekitar hampir dua minggu belakangan ini dan dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Mapolres Jayapura.
Berdasarkan Pengakuan dari beberapa korban ada yang sudah mentransferkan sejumlah uang kepada nomor rekening yang diberikan oleh pelaku yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu. Namun sebagian besar juga karena belum percaya langsung menelpon untuk mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas tersebut.
“Informasinya ada yang sudah mengirimkan uang tetapi sebagian besarnya menelpon saya, karena mereka tidak percaya. Mereka sudah mengenal saya puluhan tahun, saya tidak seperti itu,”ujarnya.
Oleh karena itu dia juga meminta kepada seluruh masyarakat ataupun siapapun yang menjadi korban ke depan apabila mengatasnamakan dirinya istrinya ataupun keluarganya supaya tidak merespon, apalagi mengirimkan uang kepada nomor rekening yang diberikan oleh pelaku. Masyarakat perlu mengecek kebenaran informasi yang diberikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu dengan menelpon atau mengkonfirmasi langsung kepadanya.
“Saya juga sudah laporkan ini ke cyber Polda Papua supaya mereka bisa bantu untuk melacak orang ini. Janganlah menjatuhkan orang dengan cara seperti itu, kerjalah karena prestasi, Jangan mencabut nama atau jabatan orang lain,”tandasnya.(roy/ary)
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…