Pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Jayapura, Rabu (19/5). (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang ditindaklanjuti oleh Provinsi Papua dalam menyikapi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan atau ternak, Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mulai melakukan upaya antisipasi terhadap penyebaran penyakit menular pada hewan tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Reproduksi, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, drh. Since menerangkan, sehubungan dengan upaya antisipasi penyebaran PMK, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah stakeholder di tingkat Provinsi Papua beberapa hari lalu.
“Kemarin kita sudah rapat dengan provinsi dan karantina terkait langkah pencegahan, karena karena penyakit itu belum ada di Papua,” kata drh. Since saat ditemui di Kantor Disbunak Kabupaten Jayapura, Rabu (18/5).
Dia mengatakan, berdasarkan penyebarannya penyakit itu sudah terdata terjadi di Jawa Timur, Aceh dan terbaru di NTT. Oleh karena itu, pihaknya menindaklanjutinya dengan membentuk satuan tugas (satgas) untuk pencegahan. “Yang jelas untuk pintu masuk ada karantina untuk mengawasi,”ujarnya.
Lanjut dia, rekomendasinya Pemerintah Provinsi Papua sampai ke tingkat kabupaten memastikan tidak akan menerima hewan berkuku genap, seperti sapi dan kambing untuk sementara tidak diperbolehkan masuk ke Papua.
“Kalau di kabupaten Jayapura, kami sudah survei ke lapangan ada sapi yang mati, tapi bukan PMK. Lebih cenderung ke cacingan,” imbuhnya.
Diakuinya, sejauh ini hewan seperti yang disebutkan itu belum banyak masuk ke Papua, kecuali kebutuhan pemerintah untuk seperti saat kegiatan hari besar keagamaan. Larangan ini mencakup hewan dan jenis produk turunan.
“Kalau penularan PMK ini lebih banyak lewat ternak hidup dari pada produk. Jadi sekarang itu produknya juga sudah dilarang masuk,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, PMK ini sifatnya hanya menyerang hewan dan dipastikan tidak menular ke manusia. Namun apabila sudah menular pada salah hewan di suatu daerah, maka penyebarannya sangat cepat. (roy/ary)
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…