

SENTANI- Dua orang warga berhasil diamankan petugas sipir Lapas Narkotika Doyo, Selasa (31/12), lalu karena kedapatan membawa bungkusan ganja yang disimpan di dalam dompetnya saat mengunjungi temannya Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo Sentani Jayapura. Dari kedua warga yang diamankan itu, salah satunya berinsial IR, sementara satunya yang merupakan tukang ojek belum diketahui identitasnya.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo, Basuki Wijoyo menjelaskan, sipir Lapas terpaksa mengamankan 2 orang warga tersebut karena kedapatan membawa bungkusan ganja di dalam dompetnya pada saat mengunjungi rekannya yang sementara menjalani proses hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo.
“Keduanya langsung diserahkan ke pihak kepolisian hari itu juga,” kata Basuki Wijoyo saat dihubungi Cenderawasih Pos melalui sambungan teleponnya, Kamis (2/1).
Dia menjelaskan, 2 orang yang diamankan itu satunya adalah tukang ojek dan satunya lagi penumpang ojek. Dari dompet milik IR inilah petugas sipir mendapatkan bungkusan ganja.
“IR ini menggunakan ojek dari Mandala dengan membayar Rp100.000 untuk membesuk temannya yang sedang berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo,” jelasnya.
Dia mengatakan, mengenai keberadaan tukang ojek yang terlibat dalam kasus ini tetap menunggu hasil penyelidikan polisi. Karena yang bersangkutan pada saat kejadian itu hendak ikut dalam Lapas.
“Kalau terkait tujuan dan motif dari tukang ojek ini nanti kita serahkan kepada pihak kepolisian,”tambahnya. (roy/tho)
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…