

Didampingi Bupati Sarmi Dominggus Catue, Bahlil Lahadalia saat mengenakan mahkota khas Papua, dalam kunjungannya ke Sarmi Belum lama ini. (foto:Mboik Cepos)
SARMI-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarmi, Eduward Dimomonmau, menepis anggapan sebagian masyarakat yang menilai kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, ke Sarmi beberapa waktu lalu sarat muatan politik. Ia menegaskan bahwa kehadiran Meteri Bahlil ke Sarmi murni dalam kapasitas sebagai perwakilan pemerintah pusat.
“Pak Bahlil turun ke Sarmi bukan karena agenda politik, tetapi karena agenda pemerintah. Pemerintah daerah saat itu menyambut beliau untuk melihat program-program apa saja yang bisa dilaksanakan guna mendukung pembangunan di Kabupaten Sarmi,” ujar Eduward kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/7).
Ia menilai, publik keliru dalam menafsirkan maksud dan tujuan kunjungan tersebut. “Pak Bahlil bukan datang untuk melakukan orasi politik atau kampanye politik. Saya pikir kita salah dalam menerjemahkan niat baik beliau,” ujarnya.
Menurut Sekda, kehadiran Menteri Bahlil justru membawa sejumlah komitmen penting bagi pembangunan daerah. Salah satunya adalah peresmian sambungan listrik ke rumah-rumah warga, termasuk janji untuk menanggung biaya penyambungan listrik bagi 300 rumah warga Sarmi.
Tak hanya itu, Bahlil juga berkomitmen untuk mendorong pembangunan smelter pasir besi di Sarmi guna memperkuat pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan mendorong penciptaan lapangan kerja.
“Beliau juga berjanji akan meninjau kembali izin pengelolaan blok minyak yang sebelumnya pernah dieksplorasi, namun belum optimal. Pemerintah pusat bahkan membuka peluang untuk melibatkan investor lain dalam melanjutkan pengeboran,” lanjut Eduward.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sarmi akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk memastikan potensi daerah dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat.(roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…