“Jika sekolah-sekolah konsisten menerapkan muatan lokal, saya percaya anak-anak Sarmi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jati diri yang kuat sebagai anak Papua,” tegasnya.
Yunus berharap setelah pelatihan ini, sekolah-sekolah bisa mulai menyusun rencana integrasi pelajaran muatan lokal secara bertahap. Ia juga menyatakan kesiapan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi untuk mendampingi dan memberikan dukungan teknis.
Dengan semangat pelestarian budaya, ia mengajak semua elemen pendidikan di Sarmi untuk bersama-sama menjaga dan meneruskan kekayaan budaya lokal agar tidak punah, namun terus hidup dan berkembang dalam kehidupan generasi muda.(wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi…
Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan DPRK Kabupaten Jayapura telah menyerahkan sebanyak 35 rekomendasi…
Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…
Dalam seruan tersebut, KWI menilai situasi sosial di Indonesia menunjukkan adanya luka sosial yang semakin…
Setelah dipalang aktivitas pelayanan Kantor Distrik Sentani untuk sementara dipindahkan ke Kantor Kelurahan Hinekombhe. Hal…
– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK)…