Categories: PEGUNUNGAN

Mesin Nosel SPBU Meledak, Warga Panik

Petugas SPBU Lasminingsih   berusaha  keras memadamkan api yang keluar dari nosel premium yang meledak, Sabtu (27/4)  kemarin.(FOTO : Denny/cepos)

WAMENA-Sejumlah warga dan penguna jalan di sekitar Jalan Hom-hom Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayapura tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan, pada Sabtu (27/4) pagi sekira pukul 07.00 WIT. Ledakan tersebut bersumber dari mesin nosel premium di Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Lasminingsih. 

  Suara ledakan   tersebut, terdengar hingga jarak 100 meter dan menggoncang tanah di sekitar lokasi. Para pengantre BBM yang sejak pagi antri kendaraannya kontak kaget dan panik mendengar bunyi ledakan. Beruntung karyawan APMS itu sigap, sehingga  kobaran api cepat dipadamkan. 

  “Saya juga tidak tahu persis kenapa bisa terjadi, tiba-tiba dengar ledakan cukup kencang, pas lihat sudah ada api di tempat biasa isi bensin,” kata Anton seorang warga yang mengantre di depan APMS tersebut, Sabtu (27/4) pagi.

  Setelah terjadi ledakan dan munculnya api, petugas APMS pun langsung berupaya memadamkan api yang menyala di bagian mesin pengisian, dengan menggunakan pasir. Akhirnya, sekitar pukul 07.20 WP berhasil dipadamkan, namun akibat ledakan ini, plafon atau atap tempat pengisian BBM terbongkar.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya ledakan dari salah satu mesin Nosel di SPBU Lasminingsih Wamena. Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum mengetahui penyebab ledakan tersebut, sehingga belum bisa dipastikan jumlah kerugian yang dialami.

  “Kita belum tahu penyebabnya, tadi Kasatreskrim sudah turun untuk mengambil data yang harus dikirim ke Labfor untuk memastikan kecelakaan atau ada kesengajaan,”jelas kapolres 

  Kapolres memastikan belum mengetahui jumlah kerugian, karena baru melakukan pengumpulan sampel untuk di uji di Labfor. Setelah diketahui hasilnya, barulah dilakukan pengembangan lebih lanjut lagi. “Kami police line, baru bisa memastikan penyebabnya. Kita tidak berani menyebut penyebabnya. Nanti setelah puslabfor ada baru kita berani.”terangnya.

  “Kalau kerugian yang jelas besar, karena pagi saat mau pengisian. Sehingga untuk melakukan penyelidikan maka SPBU tersebut harus ditutup sementara paling lama satu bulan.”tambahnya.(jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

15 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

16 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

22 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

23 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

24 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago