Categories: PEGUNUNGAN

2.000 Lebih Anak Telah Imunisasi Campak

WAMENA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya telah melakukan imunisasi bagi 2000 lebih anak di sejumlah distrik selama 3 hari.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, MSi saat ditemui di RSUD Wamena mengakui, sejak hari pertama penanganan KLB Campak di Jayawijaya sejak Jumat kemarin, jumlah  anak yang telah diimunisasi mencapai 1.300 anak di 3 distrik dan 5 gerai imunisasi.

“ Sehari saja kita sudah dapat 1.300 lebih, dan saat ini sudah mencapai 2000 lebih anak, namun datanya akan dikroscek lagi ke Dinas Kesehatan,”ungkapnya, Selasa (20/6) kemarin.

Menurutnya, hingga saat ini, pihknya  masih melakukan imunisasi sampai ke titik –titik yang sudah dijadwalkan, ia merasa bersyukur karena antusias masyarakat yang mau imunisasi sangat tinggi.

“Setelah semua distrik kita lakukan imunisasi sesuai jadwal, maka kami akan melanjutkan dengan imunisasi rutin, yang akan dilayani di masing –masing Puskesmas,”tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr.Willy Mambieuw melalui telepon seluler, mengatakan, pihaknya sudah menyusun jadwal kunjungan ke distrik-distrik dan pelayanan dimulai Jumat (16/6) lalu.

“Semua harus vaksin, baik yang sudah pernah divaksin maupun yang belum, karena kasus campak ini sudah menjadi wabah dan rata-rata yang terkena kasus campak adalah mereka yang belum divaksin 2 – 3 tahun terakhir,” katanya.

Ia mengakui, dua hari lalu, dinas kesehatan sudah memberikan vaksin campak kepada 2.000 anak usia 9 bulan hingga 12 tahun, termasuk memberikan vitamin A berwarna merah dan biru. Vaksin itu diberikan untuk pembentukan imun.

“Khusus di Puskesmas Wamena Kota saja sudah hampir 2.000 untuk imunisasi bahkan lebih kalau ditambah hari ini. Kemudian pemberian vitamin A itu sudah di atas 1.000,” katanya.

Kadinkes menambahkan, beberapa distrik yang telah terjangkau misalnya di Wamena Kota, Asolokobal dan Kimbim. Pelayanan ke distrik-distrik ini tidak hanya berdasarkan jadwal saja, sebab akan dilanjutkan pada hari kerja oleh petugas medis di masing-masing Puskesmas.

“Teman-teman tenaga kesehatan didampingi dokter di Puskesmas masing-masing ada berjalan, termasuk hari ini sampai hari Jumat, 23 Juni 2023. Semua sudah diatur,”bebernya.

Willy menambahkan, dari kegiatan turun lapangan itu, apabila petugas menemukan anak mengalami gejala campak misalnya panas dan batuk, tidak langsung diberikan vaksin. Anak-anak itu diberikan pengobatan terlebih dahulu untuk mengobati penyakit sesuai gejala, setelah sembuh baru diberikan imunisasi.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

54 minutes ago

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

2 hours ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

3 hours ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

4 hours ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

5 hours ago

Proses Penjemputan Ternyata Tak Mudah

Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…

9 hours ago