Categories: PEGUNUNGAN

Komisi B akan Panggil Pengelola SPBU dan APMS

WAMENA—Terkait dengan pembelian BBM jenis Pertalite secara tidak normal, tampaknya menjadi  perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya. Bahkan untuk menyikapi hal ini, DPRD akan memanggil pengelola SPBU dan APMS yang ada di Kota Wamena. Hal ini dilakukan untuk memastikan dalam Bulan Ramadan dan menjelang perayaan Paskah, pasokan BBM bagi masyarakat dapat mencukupi.

Ketua Komisi B DPRD Jayawijaya, Iwan Asso, SIP menyatakan, terkait dengan pembelian BBM secara tidak normal, maka Komisi B DPRD Jayawijaya akan memanggil SPBU, APMS serta dinas terkait lainnya.

“Memang beberapa hari lalu, kami tidak berada di tempat dan tidak mengetahui masalah ini, tapi dengan informasi ini, maka kita panggil mereka untuk mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi,”ungkapnya.

Ia juga mengaku, pihaknya ingin memastikan jika BBM yang ada bisa mencukupi kebutuhan masyarakat dalam rangka Bulan Ramadan dan Paskah sehingga masyarakat tidak terganggu dengan ketersediaan BBM.

“Kita ingin pastikan kebutuhan masyarakat ini tercukupi dengan baik atau tidak, sehingga kita akan panggil mereka untuk diskusi bersama,”jelas Iwan.

Secara terpisah, Manager APMS Putra Baliem Mandiri, Magira Pasaribu menyatakan, dalam pengisian BBM khususnya pertalite dan solar, pihaknya selalu membatasi pengisian kepada warga yang datang, hal ini dilakukan karena kuota yang diberikan kepada pihaknya juga terbatas dari Pertamina.

“Terus terang memang permintaan besar, hanya saja kita coba untuk memaksimalkan kuota yang ada agar setiap hari kita bisa membuka pelayanan kepada masyarakat, sehingga pengisian yang dilakukan juga dibatasi,”bebernya.

Magira Pasaribu menambahkan, dengan kuota terbatas yang dimiliki APMS Putra Baliem Mandiri, maka pelayanan hanya 2 jam dalam sehari, jika dibuka dengan waktu panjang, maka dalam seminggu kuota yang diberikan 50 Kl itu bisa habis.

“Kita lakukan pembatasan pengisian untuk pertalite dan solar, kecuali untuk pertamax yang dibuka pelayanan sampai dengan pukul 18.00 WIT, sebab jenis BBM ini merupakan industri sehingga tidak ada batas kuota,”bebernya.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BBM

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

4 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

5 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

11 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

12 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

13 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

18 hours ago