Categories: PEGUNUNGAN

Jayawijaya Dipastikan Zero Covid-19

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi didampingi Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf .Candra Dianto, SH dan Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM saat ditemui di Gedung Ukumiarek Asso Wamena, Senin (7/9). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Ketua Tim gugus Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan sejak Minggu (6/9) Kabupaten Jayawijaya masuk zero Covid-19 atau dinyatakan 0 kasus. Hal ini usai seorang pasien  Covid-19 Jayawijaya yang hasil pemeriksaan sampel swabnya dinyakatan negatif dari Virus Corona. Dengan begitu, di Jayawijaya tak ada lagi pasien Covid yang dirawat.

  “Kami di Jayawijaya hari ini sudah zero dari Covid -19, namun saya berharap kepada masyarakat harus tetap patuhi prosedur kesehatan, jangan karena Jayawijaya sudah 0 dari Covid sehingga masyarakat merasa tak ada lagi virus ini,”ungkap Jhon Richard Banua, Senin (7/9) kemarin.

   Pemerintah dan masyarakat, lanjut Bupati Jayawijaya, masih harus bersama – sama  menjaga protokol Covid -19 dalam aturan yang ada. Dimana setiap melakukan aktifitas di luar rumah harus menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Sebab, Jayawijaya sudah sukses dalam menjaga akses penerbangan, namun Kabupaten Yalimo tidak menjaga di akses darat.

   “Saya berharap kepada Pemda Yalimo agar benar -benar menjaga akses jalan darat menuju ke wilayah Lapago, karena Jayawijaya sudah 0, pasien dari Kabupaten Lanny Jaya yang dikirim ke Wamena untuk dirawat juga sudah 0, sekarang tinggal pasien dari Kabupaten Yalimo yang dikirim 11 orang yang positif, sejak semalam tersisa 5 yang masih dirawat di Kabupaten Jayawijaya,” kata Jhon Banua.

   Diakui memang  masih ada beberapa pasien Covid-19 yang dirujuk dari Kabupaten Pemekaran ke Kabupaten Jayawijaya untuk dirawat, namun tak dimasukan dalam data Jayawijaya, meski dirawat di RSUD Wamena. “Dengan adanya tenaga medis yang ditempatkan di Jayapura ini sangat efektif sekali, karena pemeriksaan disana apabila ada pasien yang reaktif tak boleh ke Wamena, kalau dilakukan di Bandara Wamena berarti orang yang reaktif sudah masuk di Wamena dulu, ketika diperiksa swab tesnya maka positif sehingga jumlah pasien Jayawijaya naik kemarin,”jelas Banua.

   Ia memastikan kalau ada masyarakat yang ber KTP Wamena dan anaknya harus bayar  saat dilakukan rapid test di Bandara Sentani Jayapura untuk terbang ke Wamena, sebenarnya kesalahan ada di orang tua. Sebab,  sejak anak itu baru lahir sudah wajib hukumnya didaftarkan dalam Kartu keluarganya, dan pasti dalam pemeriksaan rapid test tak membayar.

   “Kita sudah berikan toleransi kepada yang punya KTP Jayawijaya dalam Rapid Test di Bandara Wamena kita gratiskan, tetapi kalau KTP-nya dari luar Jayawijaya terpaksa dipungut biaya,”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

58 minutes ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

2 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

3 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

4 hours ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

5 hours ago

500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

  Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…

6 hours ago