Categories: MERAUKE

Premium Sulit Didapat, Mobil Mewah Tetap Dapat Jatah

Antrean kendaraan di  SPBU jalan Ahmad Yani. Di SPBU ini, sejak Jumat (14/2),  tidak lagi melayani  premium  untuk sepeda motor tapi  khusus  untuk  mobil.   ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kendati   memasuki  awal tahun  2020,  namun  antrean  kendaraan   di  Merauke  sudah  mulai  terjadi di 2 SPBU   yang ada di Merauke yakni SPBU   Jalan Ahmad Yani dan SPBU  Parakomando. Bahkan  untuk   BBM  jenis premium sulit  didapatkan.  

  Di SPBU, Ahmad Yani  misalnya,premium yang ada  justru hanya diberikan  kepada   para pemilik   mobil. Sementara    masyarakat pemilik sepeda motor   hanya   diberikan Pertamax  yang harganya  jauh lebih  mahal dibanding premium yang telah disubsidi pemerintah.      

   “Kalau  untuk bensin, tidak  ada alokasi   lagi  untuk sepeda motor, sejak Jumat (14/2) lalu. Tapi kalau mau tanya  kenapa, langsung tanya ke pertamina,’’ kata  salah satu  petugas  SPBU Ahmad Yani   saat media  mengisi  BBM  di SPBU  Ahmad Yani.  

  Karena tidak  ada disiapkan untuk  sepeda motor, terpaksa Cenderawasih pos mengisi sepeda motor dengan pertamax. Sementara   untuk  premium, tidak hanya  mobil penumpang  atau angkutan umum yang mengisi,  namun  mobil mewah  milik pribadi  maupun  plat merah  ikut mengisi  premium. “Nanti   kita  atur ulang pengaturannya,”ungkap SBM Rayon III Papua Pertamina Risal Arsyad, ketika dihubungi  media lewat telpon selulernya,  Sabtu   (22/2).  

  Risal menjelaskan  bahwa, untuk  premium  tersebut sebenarnya diarahkan   untuk kendaraan   umum. Sedangkan   untuk mobil  pribadi   diarahkan   untuk mengisi pertamax.  Kalau  yang punya  mobil  pribadi  berarti    memiliki kemampuan  dari sisi ekonomi  untuk membeli  pertamax.

  “Tapi kalau  terjadi seperti itu, maka  nanti   kita atur ulang  pengaturannya. Kita   sediakan  juga  untuk  masyarakat yang  baru mampu   beli  motor,’’  jelasnya.

   Risal menjelaskan bahwa pada tahun ini, terjadi pengurangan kuota  premium 2 persen dari tahun  2019.   Selain  itu, BBM premium   tersebut   mulai tahun  ini  lebih banyak diarahkan  untuk masyarakat   yang ada di pedalaman  dengan harapan masyarakat   pedalaman menikmati subsidi jika  tidak terjadi permainan. “Kita harapkan  seperti. Harus ada pengawasan,’’ katanya. 

   Kendati  terjadi kesulitan mendapatkan  premium di SPBU,  namun berbeda  dengan penjualan bensin di kios-kios yang tersedia begitu banyak dengan harga Rp 9.000-10.000 perliter. “Kalau yang  kios-kios    itu ranahnya pemerintah   daerah untuk mengawasi. Karena  premium  itu disubsidi  pemerintah dengan tujuan  masyarakat bisa menikmati  harga subsidi,”  tandasnya. (ulo/tri)   

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Perkebunan Sawit Akan Terus Dikembangkan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…

10 hours ago

Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…

13 hours ago

Polsek Kuala Kencana Ringkus Pelaku Penganiayaan di Jalan Mayon

Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…

15 hours ago

Soal Rusunawa Waena, Tunggu Koordinasi dengan Rektor

Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…

16 hours ago

Pelayanan Pendidikan dan Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…

17 hours ago

73.928 Batang Rokok dan 97,92 liter Miras Ilegal Dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…

18 hours ago