Categories: MERAUKE

Kepsek SMPN 2 Merauke Ngaku Dipaksa Terima

Mayela Yetorok, S.Pd (FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE -Kepala Sekolah SMPN 2 Merauke  Mayela  Yetorok, S.Pd   mengaku  merasa   dipaksa   untuk menerima  kembali  4 guru  dan 2 tenaga  Tata Usaha  untuk kembali  ke SMPN 2 Merauke.   

  Ditemui  di ruang kerjanya,   Rabu (19/2)  Mayela  Yetorok menegaskan   jika dirinya  tidak mau menerima  kembali  ke-4 guru dan  2  tenaga tata usaha dan mengembalikan ke Dinas  Pendidikan  dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, namun   karena dirinya mengaku  dipaksa  saat dilakukan mediasi   di   Aula Mapolres  Merauke   sehingga  terpaksa  dirinya menerima sementara  ke-3 dari 4   guru  tersebut.

  “Kita tunggu  saja  keputusan bupati, saya    yang  harus  keluar dari sini  atau keempat   guru tersebut,’’ kata   Mayela Yetorok dengan  nada tegas. 

   Saat ditemui  sekitar pukul  09.00 WIT tersebut, ketiga   guru yang diminta  untuk mulai masuk ke SMPN 2 Merauke    Rabu (19/2)    kemarin, belum muncul di sekolah. “Saya ada tunggu  ini tapi mereka belum datang. Tapi kemungkinan,   mereka (guru dan tata usaha)  akan  datang diantar   oleh Pak Kabid   (Kabid SMP).   Tapi saya  mau keluar sementara  karena ada urusan, tapi  hanya sebentar saja. Setelah itu saya balik lagi  kesini,’’ katanya.

   Meskipun ketiga  guru  tersebut masuk  kembali, namun   Kepsek  Yetorok  mengaku bahwa  pembagian  tugas mengajar  sudah tidak bisa  dirubah  karena semua  jam  mata pelajaran   sudah  ada  gurunya. 

  “Kalau  untuk merubah  pembagian  tugas  mengajar itu sudah tidak bisa  diubah  lagi. Semua   mata pelajaran   sudah ada  gurunya. Kecuali nanti    saat  pelajaran baru. Tapi,    antara   saya yang   harus  keluar atau  mereka,’’ jelasnya.  

   Mayela Yetorok beralasan, sejak   dirinya mengembalikan  keempat  guru dan 2 tenaga tata usaha   tersebut ke Dinas   Pendidikan, suasana sekolah  sudah  tenang.   Blok  yang terjadi antara  guru, kata  dia tidak ada lagi.  

  “Jadi sekarang kebersamaan sudah ada. kalau dulu-dulu, kalau ada guru baru masuk, mereka ini   bikin plonco-plonco. Ah, kamu guru   baru, kita kerjain dulu,’’    jelas  Mayela Yeterok.  

   Untuk diketahui, bahwa beberapa waktu lalu  Kepsek   Mayela Yetorok  mengembalikan  ke-4  guru  dan 2 tenaga tata usaha  ke Dinas Pendidikan   Kabupaten  Merauke dengan mencantumkan  5 alasan.  

   Namun Dinas Pendidikan mengembalikan ke-4 guru dan 2 tenaga tata usaha  tersebut ke SMPN 2 Merauke. Namun Kepsek  mengembalikan lagi ke Dinas Pendidikan.  Dari 4 guru  tersebut, satu guru  dinotatugaskan sementara  di SMP YPPK Santo Mikael Merauke, selanjutnya   guru mata pelajaran yang sama dari SMP Santo Michael pergi ke SMPN 2 Merauke. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

2 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

8 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

9 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

10 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

15 hours ago

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

15 hours ago