

Korban KDRT saat menjalani perawatan di RSUD Merauke, Sabtu, (15/1). (FOTO: Humas Polres Merauke) *Korban Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Jalani Perawatan* MERAUKE- Nasib malang dialami seorang perawat di Sota, Kabupaten Merauke yang sehari-harinya bertugas di Puskesmas Sota. Pasalnya, korban berinisial HO (37) tersebut mengalami luka di belakang kepala akibat dianiya suaminya berinsial VS (44) pakai linggis. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi di rumah dinas Puskesmas Sota, Jalur A1 Kampung Sota, Distrik Sota Merauke, Sabtu (15/1) sekitar pukul 22.15 WIT. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kapolsek Sota Ipda Yustus Maudul, SE., M.Si, dikonfirmasi membenarkan terjadinya KDRT tersebut. ‘’Korban mengalami luka di kepala kiri belakang akibat terkena hantaman linggis dari pelaku atau suaminya,’’ kata Kapolsek. Namun lanjut Kapolsek, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang melatar belakangi KDRT itu. Sebab, setelah kejadian dan pelaku telah diamankan, pihaknya langsung membawa dan menyerahkan ke Reserse Kriminal Polres Merauke untuk proses lebih lanjut. ‘’Kalau penyebab KDRT itu mungkin tanya langsung ke penyidiknya. Karena kami di sini tidak berwenang melakukan penyidikan, sehingga kalau ada kasus tindak pidana yang terjadi di Polsek Sota, kami serahkan ke Reskrim Polres Merauke,’’ katanya. Dirinya lanjut Kapolsek, sempat tanya pelaku apa yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut, namun pelaku tidak mau beberkan karena sangat prinsip. ‘’Jadi tidak elok saya sampaikan dan utarakan di hadapan anggota sehingga nanti di penyidik. Istrinya juga masih sock. Yang jelas masalah keluarga. Tapi apakah karena cemburu atau ada WIL, kita belum tahu,’’ terangnya. Korban sendiri tambah Kapolsek harus dirujuk ke RSUD Merauke karena luka yang dialaminya itu.(ulo/tho)
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit untuk Jalani Perawatan*
MERAUKE- Nasib malang dialami seorang perawat di Sota, Kabupaten Merauke yang sehari-harinya bertugas di Puskesmas Sota. Pasalnya, korban berinisial HO (37) tersebut mengalami luka di belakang kepala akibat dianiya suaminya berinsial VS (44) pakai linggis.
Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu terjadi di rumah dinas Puskesmas Sota, Jalur A1 Kampung Sota, Distrik Sota Merauke, Sabtu (15/1) sekitar pukul 22.15 WIT. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kapolsek Sota Ipda Yustus Maudul, SE., M.Si, dikonfirmasi membenarkan terjadinya KDRT tersebut.
‘’Korban mengalami luka di kepala kiri belakang akibat terkena hantaman linggis dari pelaku atau suaminya,’’ kata Kapolsek.
Namun lanjut Kapolsek, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang melatar belakangi KDRT itu. Sebab, setelah kejadian dan pelaku telah diamankan, pihaknya langsung membawa dan menyerahkan ke Reserse Kriminal Polres Merauke untuk proses lebih lanjut.
‘’Kalau penyebab KDRT itu mungkin tanya langsung ke penyidiknya. Karena kami di sini tidak berwenang melakukan penyidikan, sehingga kalau ada kasus tindak pidana yang terjadi di Polsek Sota, kami serahkan ke Reskrim Polres Merauke,’’ katanya.
Dirinya lanjut Kapolsek, sempat tanya pelaku apa yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut, namun pelaku tidak mau beberkan karena sangat prinsip. ‘’Jadi tidak elok saya sampaikan dan utarakan di hadapan anggota sehingga nanti di penyidik. Istrinya juga masih sock. Yang jelas masalah keluarga. Tapi apakah karena cemburu atau ada WIL, kita belum tahu,’’ terangnya.
Korban sendiri tambah Kapolsek harus dirujuk ke RSUD Merauke karena luka yang dialaminya itu.(ulo/tho)
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…