Menurutnya, pembangunan pertanian Papua Selatan ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada kelompok masyarakat yang selama ini telah mapan mengelola pertanian.
HKTI diminta memperluas pendampingan hingga kampung-kampung agar masyarakat asli Papua semakin terlibat dalam produksi pangan dan menjadi bagian penting dari kekuatan pertanian daerah.
HKTI, kata dia, harus berada di depan ketika petani menghadapi persoalan menyangkut hak maupun kesejahteraan. “Yang patut diperjuangkan itu adalah hak dan nasib petani. Hak-hak dan nasib petani ini yang wajib diperjuangkan,” tegas Paskalis.
Menurutnya, energi pengurus HKTI harus diarahkan pada persoalan yang memang menjadi mandat organisasi, yakni petani, pertanian dan pangan. “HKTI ini adalah pengurus petani, dia berjuang untuk pertanian, pangan ini, dia berjuang di situ,” ujarnya. (ulo)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ada satu pekerjaan besar yang kini menanti di meja Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua,…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai peristiwa kebakaran yang terjadi…
Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar mengatakan, uji coba ini merupakan bagian…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau warga untuk tidak menampung maupun mengonsumsi air…
Langkah peninjauan langsung ini dilakukan oleh wakil walikota Jayapura itu guna mengevaluasi kualitas pelayanan…
Menurut Rustan, pihaknya meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM agar mendukung…