

dr. Nevile R. Muskita (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Jumlah warga Merauke yang meninggal dunia karena Covid-19 terus bertambah, Sampai Rabu (14/7), tercatat warga Merauke yang sudah meninggal 90 orang. Ini setelah dalam 4 hari terakhir terdapat 10 warga yang meninggal dunia, yakni pada 11 Juli sebanyak 1 orang, 12 Juli sebanyak 5 orang merupakan jumlah harian terbanyak yang meninggal selama ini.
Selanjutnya, 13 Juli sebanyak 2 orang dan Rabu 14 Juli kemarin juga tercatat 2 orang dilaporkan meninggal dunia karena Covid. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Nevile Muskita menjelaskan bahwa rata-rata yang meninggal tersebut karena adanya penyakit penyerta maupun karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Dimana masyarakat yang sudah mulai parah baru dibawa ke rumah sakit.
“Saturasi O2 sudah sekitar 60 atau 70 persen, bahkan kadang di bawah itu baru dibawa ke rumah sakit. Itu sudah terlambat,” jelasnya.
Secara kumulatif, jumlah yang telah terkonfirmasi positif Covid -19 di Kabupaten Merauke telah mencapai 1.646 orang. Dari jumlah ini, 1.109 orang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi sehingga yang masih dalam perawatan sebanyak 449 orang.
Terkait dengan meningkatnya kasus Covid di Kabupaten Merauke, Bupati Merauke Romanus Mbaraka, MT memperbaharui surat edaran terkait dengan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Merauke. Dalam surat edaran yang mulai berlaku 13-31 Juli itu, rumah ibadah tidak lagi dibuka. Bagi warga Merauke yang ingin sembhayang atau berdoa hanya di rumah saja.
Begitu juga pesta maupun syukuran yang pada surat edaran sebelumnya masih diperbolehkan digelar, namun dengan prokes yang ketat yakni 50 persen dari kapasitas Gedung, dalam surat edaran terbaru tersebut tidak boleh lagi ada pesta pernikahan atau syukuran. Tidak ada lagi acara kumpul-kumpul masyarakat. Begitu juga untuk tempat hiburan malam termasuk lokalisasi Yobar diperpanjang untuk tidak dibuka. (ulo/tri)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…