Categories: MERAUKE

Pemkab Merauke Pengadaan PCR untuk RSUD Merauke

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si

MERAUKE – Jika selama ini Pemerintah Kabupaten Merauke melalui RSUD  Merauke menggunakan Test Cepat Molekuler (TCM) dalam melakukan pemeriksaan swab untuk menentukan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak, maka dalam waktu dekat ini,  pemeriksaan swab  tersebut tersebut juga sudah dapat dilakukan dengan menggunakan PCR.  

   Penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si mengungkapkan jika Pemkab Merauke melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke telah melakukan pengadaan PCR untuk pemeriksaan swab tersebut untuk menentukan seseorang yang diberiksa positif atau tidak. 

  “Pemeriksaan untuk itu kita sudah punya alat. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa dioperasikan, karena saya dapat laporan kalau alatnya sudah datang,”  kata Ruslan Ramli saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (11/2).

   Menurut dia, alat tersebut langsung dibeli oleh Pemkab Merauke dengan menggunakan APBD  2021. Sebab, jelas Ruslan Ramli, PCR yang dijanjikan oleh pemerintah pusat di tahun 2021 sampai sekarang tidak ada. Sementara alat tersebut sangat dibutuhkan. Karena  menurutnya, informasi  yang pihaknya peroleh jika akurasi dari PCR tersebut mencapai 96  persen. 

  “Ini maknanya  bahwa pemerintah betul-betul serius menangani Covid-19  ini. Bahwa ini fluktuatif ya memang karena  kata kuncinya untuk memutus mata rantai Covid-19  ini dari pribadi masing-masing tanpa melihat strata.”ujarnya.

    Menurutnya, 3 M diterapkan bahkan sekarang 5M yakni memakai masker,  mencuci tangan,  jaga jarak, menghindari kerumuman dan mengurangi perjalanan yang tidak penting atau lebih banyak tinggal di rumah.  “Kalau ini ada kesadaran dari kita masing-masing menjaga, saya pikir kita perlu obat-obatan. Kita menjaga diri dan keluarga masing-masing,” jelasnya. 

   Soal harga  1 unit PCR  tersebut,  Sekda mengaku tidak tahu secara pasti berapa harganya. Namun untuk catridgenya, sekaligus pengadaan untuk kebutuhan 6 bulan.  “Selama ini orang berasumsi kita mengcovidkan orang. Kita tidak ada stigmatisasi. Saya pikir teman-teman Nakes sudah berjuang dan Nakes kita ada yang  terpapar dan lain-lain. Jadi hilangkan stigma  seperti itu. Kita percaya rumah sakit dan tenaga kesehatan kita betul-betul telah bekerja untuk kemashalatan orang banyak,” pungkasnya. (ulo/tri)    

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Ada 42 Operasi di Papua, Negara Belum Mampu Tangani OPM

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan kajian Komnas HAM terhadap situasi Daerah Operasi…

14 hours ago

​Dorongan Calon Provinsi Papua Utara Menghangat

​Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak…

15 hours ago

Ditangkap di Ruko, Satu Anggota KKB Disinyalir Terlibat Rangkaian Pembunuhan

Dari tangannya,  polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken.…

16 hours ago

Dilematis, Ingin Bangun Rumah Sendiri Tapi Terbentur Rencana Penataan Pemerintah

  Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa…

17 hours ago

Timbun BBM,  Tujuh Ton Lebih Solar Diamankan

Barang bukti tersebut diamankan dari dua lokasi di Kota Jayapura dan satu lokasi di Merauke.…

18 hours ago

Para Warek Solid, Roda Organisasi Uncen Tetap Berjalan

   Kondisi inipun sejalan dengan penyampaian dari ​Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV…

19 hours ago