Categories: MERAUKE

Tindaklanjuti Masalah BNPT, Lintas Komisi Bertolak ke Kemensos

Dominikus Ulukyanan, S.Pd.  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE- Lintas  Komisi  DPRD Merauke,  yakni A, B dan C  akan  bertolak ke  Kementerian  Sosial Republik Indonesia di Jakarta, hari ini, Rabu (12/2) . Keberangkatan  lintas komisi  bersama intansi  terkait  ke Kementerian Sosial  tersebut terkait dengan  Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) tahun 2019 dan 2020  bagi  Kabupaten Merauke. 

  Wakil Ketua II DPRD  Kabupaten Merauke  Dominikus Ulukyanan, S.Pd,  mengungkapkan, keberangkatan Anggota DPRD   Kabupaten Merauke bersama instansi   teknis ke Kementerian  Sosial di Jakarta   tersebut terkait  dengan hasil rapat  dengan  Bulog Merauke  dimana  sampai sekarang ini  ada  16.000  ton yang belum disalurkan karena  hanya melayani   jatah ASN dan TNI Polri. 

   Padahal, selama  ini serapan  bulog paling banyak adalah di Raskin atau Bansos  Rastra. Namun   dengan adanya perubahan  kebijakan, dimana  mulai September 2019, Bansos Rastra    diganti  dengan pemberian  BPNT  ke masyarakat.  

  ‘Itu  sama sekali tidak adil bagi masyarakat. Karena pakai kartu gesek   yang sama sekali  infrastrukturnya  belum siap di kampung-kampung. Sementara  bulog kesulitan menyalurkan    beras yang  sudah ada di dalam gudang. Nah, kami ke sana ini   bicarakan  dengan  pihak Kemensos  kalau bisa  BPNT   tersebut bisa dikembalikan ke Raskin atau Bansos Rastra,’’ tandas  Politisi Partai  Golkar ini.

   Menurut  Dominikus  Ulukyanan, jika  BPNT tersebut  dikembalikan ke Raskin atau Bansos Rastra, maka beras   bulog  bisa tersalur dari gudang, sehingga   bulog bisa melakukan pengadaan   kembali dari petani. ‘’Kalau     ini tidak ada, maka  Bulog   sulit  untuk membeli beras di musim panen tahun ini dan  dampaknya  kepada petani  kita. Ini akan menjadi    persoalan  besar nanti,’’ katanya. 

   Hal sama  disampaikan Ketua  Komisi B  DPRD Kabupaten  Merauke Lukas Patrow, SH  yang membidangi  ekonomi. Menurutnya  yang menjadi persoalan  di Merauke, karena syarat BPNT  itu  adalah  telekomunikasi.  Sebab, hampir semua kampung-kampung  kita di Merauke belum terjangkau  dengan telekomunikasi. Kalaupun ada bank yang ditunjuk sebagai operator,  itu hanya memiliki kemampuan sampai ke beberapa distrik. 

  “Dewan menganggap bahwa  program ini mubazir dan tidak mungkin akan dilaksanakan di Merauke. Kecuali distrik Merauke dan Semangga. Tapi, distrik lainnya belum,’’ jelasnya. (ulo)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

1 day ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

1 day ago

Pelaksanaan PSN Tetap Terkawal di Tengah Memanasnya Film Pesta Babi

Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…

1 day ago

HIV Masih Tinggi, Tak Bisa Hanya Ditangani Nakes

Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…

1 day ago

Persiapan Kembalikan Massa, Pemkab Lanny Jaya Siapkan Prosesi Adat Lepas Panah Secara Budaya

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali.  Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…

1 day ago

Tan Monj Terpilih Diharapkan Jadi Duta Wisata Daerah

Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…

1 day ago