

MERAUKE- Setelah dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe beberapa waktu lalu di Jayapura, sebanyak 48 kepala sekolah SMA-SMK dari Kabupaten Merauke, Mappi dan Boven Digoel melakukan serahterima jabatan dengan pejabat lama dan SK pelantikan di Aula SMKN 3 Merauke, Jumat (10/1).
Wakil bupati Merauke Sularso, SE, menyaksikan langsung serahterima jabatan tersebut. Sedangkan SK pelantikan secara simbolis diserahkan Wabup Sularso. Namun dari 48 kepsek yang dilantik tersebut, tidak semua melakukan serahterima. Karena sebagian besar yang dilantik adalah pejabat sebelumnya pada sekolah tersebut. Hanya beberapa yang diganti diantaranya Kepala Sekolah SMAN 1 Merauke, SMKN 1 Merauke, SMKN I Sota, SMAN Kurik dan beberapa sekolah lainnya.
Wabup Sularso mengungkapkan, bahwa masalah pendidikan ini menjadi tanggung jawab bersama. Banyak persoalan yang harus dijawab dan diselesaikan secara bersama. ‘’Saya lihat tadi ada pergeresan, ada yang tetap dan ada yang baru masuk. Tentunya adalah sebuah organisasi, ini merupakan hal yang biasa dalam urusan pemerintah. Karerna prinsip dalam tata kelola pemerintahan, bagaimana kita mendapatkan sebuah kesempatan dalam rangka menunjukan kemampuan dan tentunya ini juga berkaitan dengan pengalaman.Intinya profesioalisme. Bukan pertimbangan apa-apa,’’ jelasnya.
Wabup Sularso menyampaikan terima kasih atas pelantikan tersebut dan berharap para kepala sekolah yang diberi kepercayaan tersebut untuk menjalankan amanah yang diberikan ini dengan penuh tanggung jawab. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua Drs. Aloysius Jopeng, M.Pd, mengungkapkan bahwa guru yang telah dilantik oleh Gubernur Papua tersebut diberi kesempatan selama 6 bulan untuk dapat menunjukan kemapuannya dalam mengelola dan membuat inovasi-inovasi disekolah yang dipimpimnya.
‘’Enam bulan setelah pelantikan akan ada evaluasi. Jika dari hasil evaluasi ternyata penilaianya negatif maka akan segera dilakukan pergantian,’’ tandas Aloysius Jopeng.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thiasoni Betaubun, S.Sos, M.Pd, mengucapkan selamat kepada pejabat kepala sekolah yang barus dilantik tersebut. Thiasoni menjelaskan, seorang pemimpin tidak perlu orang hebat. Tapi yang diperlukan adalah orang yang bisa memenej dan merangkul bawahannya. Karena keberhasilan bahawan adalah keberhasilanm pimpinan. Namun sebaliknya, kegagalan bawahan adalah kegagalan pimpinan.
‘’Sehingga yang diutamakan adalah bagaimana mengoptimalkan komunikasi dan kerja sama serta koordinasi dengan seluruh stakeholder baik guru maupun dengan tata usaha yang ada di sekolah,’’ tandasnya. (ulo)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…