Categories: MERAUKE

Giliran Dinas PMK Rapid Test, Lima Orang Reaktif

Kepala Dinas PMK Kabupaten Merauke  Drs Alberth Alexander Rapami, M.Si, saat melakukan rapid test bersama 23  pegawai lainnya, Selasa (6/1) kemarin.  ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Setelah  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Merauke melakukan rapid test bagi seluruh pegawainya, maka giliran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung  Kabupaten Merauke  yang dirapid oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke. 

   Rapid  test  ini diawali dari Kepala Dinas PMK Kabupaten Merauke  Drs Alberth Alexander Rapami, M.Si dilanjutkan dengan para Kabid, kasi, staf dan  honorer. Namun  dari 42-an ASN dan lebih dari 15 honorer, hanya 24 orang yang mengikuti rapid, sementara lainnya sudah ada yang rapid dan lainnya  masih  ketakutan untuk  mengikuti rapid tersebut. 

    Dari 24  orang yang mengikuti  rapid test tersebut, 5 diantaranya reaktif sehingga diharuskan  untuk karantina mandiri di rumah. Kepala Dinas  PMK Kabupaten Merauke Drs  Alberth Alexander Rapami, M.Si kepada  wartawan,  mengungkapan bahwa dari 57 orang ASN dna honorer, ada juga pegawai yang takut rapid test. 

  “Tapi  ada juga yang sudah melakukan rapid secara mandiri. Kami masih menunggu  dan kalau hari ini  tidak ikut maka kita minta untuk rapid di SKPD lain saat rapid  test,’’ kata  mantan Sekertaris DPRD Kabupaten Merauke  itu. 

  Alberth Rapami menambahkan bahwa sejauh  ini belum ada pegawai yang dinyatakan  positif atau reaktif. 

   Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas kesehatan Kabupaten Merauke  Titik, SKM, MSi,  mengungkapkan bahwa pada hari Selasa  (5/1) tersebut, rapid test dilakukan   untuk Dinas  PMK, Dinas PTSP dan Inspektorat. Selain melakukan rapid test,    kegiatan ini diintegrasikan dengan penyakit tidak  menular. Mulai perhitungan status gizi apakah obsitas atau tidak, kemudian mengukur  tekanan darah, lalu mengukur gula darah sesaat, kolesterol, gula    darah sesaat dan  manajemen kejiwaan. 

  “Kenapa kita integrasikan, karena penyakit-penyakit tadilah yang akan memperberat jika   seseorang terkonfirmasi Covid. Sehingga kalau ada yang terdeteksi seperti obesitas atau tekanan darah tinggi  maka kita  langsung melakukan intervensi, sehingga kalu dia terpapar penyakit tidak menularnya ini terkontrol,’’ katanya. 

   Ditambahkan, untuk  Badan Pengelolaan Keuangan  dan Aset Daerah,   hasil  rapid test dari 30 orang semuanya non reaktif. Namun  sekitar 33 persen dari jumlah tersebut  memiliki hipertensi dan masalah kejiwaan sebanyak  2 orang. “Itu perlu kita pendampingan dan konsul lebih baik sehingga lebih kuat menghadapi  pandemi,’’ tambahnya. (ulo)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

15 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

16 hours ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

2 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

2 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago