Categories: MERAUKE

Adat Putuskan Bupati dan Wakil Bupati Wajib Anak Marind

Sementara itu,  Hasil Musyawarah adat dari 4 golongan mata angin suku Marind  yakni Mayo, Timo,  Sosom dan Esam   yang difasilitasi oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke  tidak hanya menghasilkan keputusan yang meminta  kepada Presiden   adanya kursi khusus adat, namun   salah satu  keputusan penting  yang dihasilkan dari  musyawarah  tersebut   terkait dengan pencalonan  bupati dan wakil bupati   Merauke  periode  2021-2026 mendatang.    

   Ya,  sesuai hasil keputusan  dari musyawarah  adat 4 golongan mata angin yang disampaikan  oleh Yohan Mahuze, bahwa   untuk calon bupati dan wakil bupati Merauke  periode 2021-2026 dan periode selanjutnya harus dan wajib orang Marind Animha. ‘’Jadi calon  bupati dan wakil bupati  Merauke periode 2021-2026   dan periode-periode berikutnya harus dan wajib orang Marind Animha,’’  tandasnya. 

   Selain    itu,  para  calon  tersebut  bupati dan  wakil bupati  Merauke  tersebut harus mendapatkan rekomendasi  dari Lembaga Masyarakat Adat  Kabupaten Merauke. Hal ini dipertegas   lagi salah satu anggota LMA Kabupaten Merauke Yohanes Mahuze,  dalam acara gelar tikar adat di  pelataran Kantor Bupati Merauke, kemarin. Menurut    Yohanes Mahuze, bupati dan   wakil bupati haruslah orang Marind dan setiap calon bupati dan  wakil bupati Merauke tersebut wajib  mendapatkan  rekomendasi dari LMA  Kabupaten. 

   Bupati Merauke Frederikus Gebze , SE, M.Si  mengapresiasi keputusan  adat dari 4 golongan adat  Marind  tersebut dimana bupati dan wakil bupati  harus orang asli Marind. ‘’Bupati dan wakil bupati   harus orang-orang asli di Tanah ini,’’  tandasnya. 

  Menurut bupati, bupati   dan wakil bupati Merauke harus asli Marind  tersebut merupakan hak kesulungan.   ‘’Ini hak kesulungan kita. Kita tidak marah. Karena  sudah cukup semua sudah diambil. Maka berikanlah hak itu kepada kita,’’ terangnya.  

   Untuk diketahui, proses    pemilihan  bupati dan wakil bupati  Merauke periode  2021-2026  akan  dimulai pada awal tahun 2020 mendatang.  Karena   untuk kepemimpinan bupati Merauke Frederikus Gebze, SE-M.Si-Sularso akan berakhir pada   17 Februari 2021 atau kurang lbeih 2 tahun lagi. Karena keduanya dilantik dan mnegambil sumpah janji pada 17 Februari 2016   lalu. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

4 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

6 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

7 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

8 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

9 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

10 hours ago