Categories: MERAUKE

Hasil Rapid Petugas Satgas Covid-19  Non Reaktif

Asisten III Setda Kabupaten Merauke Yacobus Duwiri, SE, M.Si

Satu dari Tiga Staf di Humas Terkonfirmasi Positif Covid

MERAUKE-Seluruh  petugas  Satuan  Tugas  Percepatan   Penanganan Covid-19   Kabupaten Merauke yang sehari-harinya   bertugas berhadapan  dengan masyarakat  di Posko Satgas  Covid-19 Kabupaten Merauke kantor  bupati  Merauke menjalani   rapid test.  Rapid  test  ini dilakukan  menyusul adanya   pegawai  di lingkungan   Kantror  Bupati  Merauke yang positif   terpapar Covid-19. 

    Namun   rapid test  yang dilakukan terhadap  seluruh  petugas Posko Satgas  Covid-19   tersebut   semuanya   non reaktif   atau tidak menunjukan  gejala.   “Dari  rapid  test yang  dilakukan   kepada seluruh  petugas Satgas  Covid-19 yang berhadapan langsung   dengan masyarakat  setiap hadri di  Posko  semuanya   non reaktif. Tidak menunjukan    gejala,” kata   Asisten III  Setda Kabupaten Merauke  Yacobus  Duwiri, SE, M.Si  didampingi    Penanggung Jawab  Ruangan Rapid Test Satgas Covid-19  Ujang M. Moeklis, kepada   media ini ditemui, Jumat (2/10).  

   Yacobus Duwiri menjelaskan bahwa  rapid test   tersebut dilakukan  hanya khusus   bagi  petugas  Satgas  Covid-19 yang  ada di Posko   Covid  Kantor  Bupati Merauke.  Sementara  untuk  staf  dari  Humas Protokoler  Setda Kabupaten Merauke,   rapidnya dilakukan di   RSUD  Merauke.  

   Secara   terpisah,  Juru Bicara Tim Satgas   Covid-19 Kabupaten Merauke yang juga Plt  Kepala Dinas Kesehatan   Kabupaten Merauke dr. Neville  R. Muskita,   mengungkapkan bahwa    yang terkonfirmasi   positif  Covid-19 dari   Kantor   Bupati  dalam hal ini  dari Bagian Humas  dan Protokoler   baru 1 orang. Sedangkan  3  staf lainnya  yang kontak   langsung  dengan pasien positif  tersebut  hasil swabnya belum  keluar.

“Kalau  rapid     testnya   reaktif.   Makanya dilakukan swab.    Tapi hasil    dari swab  dengan menggunakan Test  Cepat Molekuler (TCM)   itu yang belum  keluar,’’ jelasnya.   

    Dikatakan, bagi staf   lainnya yang ada di ruangan  tersebut yang  tidak  melakukan  kontak langsung  dengan  pasien positif   tersebut hanya dilakukan  rapid  test. Dan jika  non reaktif, maka    tidak  perlu diswab. “Mereka   hanya  diminta  istirahat dan karantina mandiri selama 14  hari. Kecuali selama  karantina   itu ada  gejala    keudian  dilakukan  rapid dan ternyata   reaktif   maka kita akan  lakukan  swab,” tandasnya. (ulo/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

7 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

22 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago