Categories: MERAUKE

Papua Salah Satu Sasaran Pengembangan Jagung

MERAUKE – Kebutuhan jagung di Indonesia yang sebagian besar diimpor dari Argentina dan Brasil, membuat pemerintah terus berupaya untuk melakukan pengembangan agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L. Hamzah mengungkapkan, Papua merupakan salah satu sasaran untuk pengembangan jagung di Indonesia.

Salah satunya  di Kabupaten Merauke. Ini karena lahan pertanian di Papua, khususnya Merauke masih sangat luas, sangat  yang memungkinkan untuk pengembangan jagung tersebut.

‘’Jagung dan kedelai menjadi sasaran pengembangan setelah padi. Padi kita sudah swasembada. Tapi jagung dan kedelai ini yang sementara dikejar oleh Kementrian Pertanian sesuai kebutuhan untuk 3 komoditas ini kita bisa swasembada,’’ tandas  Sulaeman L. Hamzah pada bimbingan teknis untuk teknik budidaya dan pascapanen jagung bagi 170 petani milenial di Merauke, kemarin.

Potensi untuk pengembangan jagung di Merauke ini jelas dia dapat dilakukan di Distrik Muting, Ulilin, Elikobel  dan Jagebob.

“Ada harapan besar dari masyarakat Marind. Saya dapat info kemarin bahwa masyarakat Marind menyediakan lahan seluas 180.000 hektar untuk pengembangan jagung dan komoditas lainnya,’’  jelasnya.

Dikatakan, selama ini penanaman jagung dilakukan secara tradisional. Namun dengan Bimtek ini diharapkan ada nilai yang didapatkan, ada teknologi didapatkan, sehingga dari waktu ke waktu ada peningkatan produksi memadai yang diperoleh untuk kesejahteraan keluarga.

Saat membuka Bimtek, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si mewakili bupati memberikan apresiasi, terutama bagaimana  peningkatan produksi dan kapasitas para petani.

‘’Saya senang dengan kegiatan seperti ini bahwa kita tidak hanya bicara bagaimana peningkatan kapasitas produksinya, tapi juga bagaimana pasca panennya kita intervensi. Kadang-kadang kita kejar target produksi, tapi lupa soal  pemasarannya,’’tandasnya.

Dengan jumlah penduduk 270 juta, pemerintah lanjut Ruslan Ramli berharap tidak hanya swasembada pangan dari padi, tapi juga jagung dan kedelai. ‘’Jadi miris bagi kita dengan lagu Pambers, tongkat ditanam bisa jadi tanaman, tapi kita impor jagung dan kedelai. Padahal, lahan kita masih luas. Ini menjadi tantangan kita semua,’’ terangnya.

Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Kementan, Suharyanto, SP, M.Si,  mengatakan, Tahun 2022 ini Kementan menargetkan produksi beras 55,2 juta ton, jagung 20 juta ton.

‘’Target-target ini untuk memenuhi sekitar 270 juta  penduduk Indonesia dengan kondisi tidak boleh ada kelaparan. Sehingga berbagai upaya kita lakukan, salah satunya Bimtek seperti ini,’’tandasnya. (ulo/tho)      

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

7 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

8 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

12 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

12 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

19 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

20 hours ago