

Para pejabat Dinkes Keerom dan UNICEF saat berfoto bersama dalam pembukaan kegiatan di Hotel Grande Arso II, pada Kamis (13/8). (foto:Istimewa)
KEEROM – Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menjalin kerja sama dengan UNICEF dalam kegiatan Diseminasi Hasil Survei Cepat Komunitas (SCK) dan Penguatan Kesiapsiagaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grande Arso II, pada 13-14 Agustus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Turas, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari survei cepat yang telah dilakukan oleh tim Dinkes Keerom bersama UNICEF pada dua pekan sebelumnya. Survei tersebut secara khusus menyasar empat puskesmas yang berada di kawasan perbatasan.
Langkah proaktif ini sebagai bentuk antisipasi daerah, menyusul risiko penularan pasca adanya status KLB Polio di negara tetangga, Papua Nugini (PNG), pada tahun lalu.
“Mengingat tahun lalu ada kejadian KLB Polio di PNG, inisiatif dari UNICEF dan Dinas Kesehatan mendorong survei cepat ini untuk mengantisipasi hal-hal apa yang harus kita lakukan ke depan,” ungkap Turas.
Turas menegaskan, hingga saat ini, belum ada temuan kasus ataupun status KLB Polio di wilayah Kabupaten Keerom. Namun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan PNG, penguatan kesiapsiagaan dan pencegahan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Page: 1 2
Susana jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di Papua terlihat semarak. Meski dengan…
Polda Maluku Utara mengamankan 16 senjata api (senpi) ilegal. Langkah itu diambil karena awalnya akan…
Selama ini, jumlah view pada video YouTube umumnya dipahami sebagai indikator bahwa seseorang benar-benar menonton…
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai…
Di kawasan Ekspo dan Perumnas lll Waena, suasana memanas sejak siang hari saat massa aksi…
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten terdampak.…