Categories: KEEROM

Penerapan Aplikasi ASIK di Keerom  Terus Digenjot

KEEROM – Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom bersama dengan Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) bermitra dengan Unicef kembali melakukan workshop dan evaluasi,  guna melihat peningkatan cakupan imunisasi yang dilakukan di Kabupaten Keerom.

Dalam workshop dan evaluasi yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Januari di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom lebih menekankan penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) dilanjutkan dengan penginputan data imunisasi di aplikasi ASIK.

Diungkapkan,  sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan, mulai tahun 2023, serentak petugas imunisasi di seluruh Puskesmas di Indonesia diwajibkan menggunakan aplikasi ASIK untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan imunisasi rutin secara online.

Di Kabupaten Keerom sendiri, penerapan aplikasi ASIK sudah dimulai sejak Maret 2023 silam dan berlanjut hingga saat ini.“Kegiatan yang kita lakukan ini melihat sejauh mana capaian program imunisasi di 12 Puskesmas di Kabupaten Keerom,” ungkap Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Lervianna Sitanggang kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/1).

Kata Lervianna, laporan data imunisasi secara manual di 12 Puskesmas di Kabupaten Keerom sudah cukup baik. Hanya saja, tidak sepenuhnya laporan manual tersebut sudah dimasukan ke dalam aplikasi ASIK.

“Kalau kita lihat laporan secara manual sudah cukup bagus, namun terhitung bulan Maret 2023, untuk laporan imunasi itu menggunakan aplikasi ASIK.  Tinggal yang manual diinput ke aplikasi ASIK sehingga laporan manual dan ASIK harus sinkron,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa data yang ada di aplikasi ASIK akan terbaca mulai tingkat Kabupaten, Provinsi hinggga Kementerian Kesehatan. Sebab ini menyangkut dengan indikator pelayanan kesehatan khususnya imunisasi.

Hari pertama atau Rabu (10/1), data yang telah terinput secara aplikasi mencapai 35 persen dari 12 Puskesmas dan akan terus meningkat.

Tapi menurut Lervianna, penggunaan aplikasi ASIK di Kabupaten Keerom tak semudah di daerah lain. Pasalnya ada beberapa Puskesmas yang masih terbatas dengan jaringan internet. Sehingga hal itu dinilai cukup menghambat penginputan data. (eri/ary)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

4 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

4 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

5 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

5 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

6 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

6 hours ago