Categories: BIAK

Unicef Simulasikan Distribusi Pelayanan MBG Untuk 2500 paket di Biak

BIAK– Selasa (22/4) UNICEF Indonesia melalui Koordinator Unicef Indonesia Spesialis Pendidikan, Pria Santri Beringin melakukan asumsi dan simulasi tes drive untuk calon dapur dan sasaran sekolah yang berada di Distrik Yendidori dan sekitarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi di daerah yang memiliki akses terbatas tersebut, serta untuk menghitung waktu perjalanan, loading barang, dan proses packaging yang akan diterapkan dalam program makan bergizi untuk sekolah-sekolah di Biak.

Dalam simulasi yang dilakukan, perjalanan dari salah satu calon dapur pertama menuju sekolah yang ada di Distrik Yendidori diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.

Meskipun ini adalah perkiraan waktu perjalanan, pihak tim menyatakan bahwa manajemen waktu yang lebih efisien harus diterapkan untuk memastikan setiap porsi makanan dapat disajikan dengan tepat waktu.

“Saat ini, kami baru mengasumsikan perjalanan dan proses lainnya seperti loading, packaging, serta absensi tanda terima. Untuk memastikan layanan tepat waktu, simulasi lebih lanjut harus dilakukan, dan kami perlu membuat standar harga yang realistis, terutama untuk daerah seperti Papua,” ujar Pria Santri Beringin perwakilan UNICEF Indonesia, usai melakukan simulasi perjalanan pekan kemarin.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

9 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

10 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

11 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

12 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

13 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

14 hours ago