Categories: BIAK

WVI Buka Rumah Baca Di Kabupaten Biak Numfor

BIAK– Wahana Visi Indonesia (WVI) telah meresmikan Rumah Baca Silo dan sekaligus melakukan serah terima Kampung Literasi Silo secara sah kepada pihak Gereja GKI Silo Ambroben di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Kampung Literasi Silo yang didukung oleh Central Department Store dan Mastercard ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pembangunan kesadaran anak dan masyarakatmengenaipentingnya literasi.

General Manager WVI Zonal Papua Sabtarina Febriyanti Dalam menjalankan Kampung Literasi Silo yang dimulai sejak Oktober 2023 ini, WVI melakukan dua model yaitu Wahana Literasi dan Pengasuhan Dengan Cinta, dimana keduanya saling terkait erat.

“Pemerintah di level desa juga didampingi agar bisa mengatur perencanaan dan penganggaran untuk peningkatan literasi anak. Ini merupakan wujud nyata visi WVI sebagai yayasan kemanusiaan, yaitu agar setiap anak dapat hidup utuh sepenuhnya., menjelaskan,”ungkapnya melalui riulis WVI Kepada Cenderawasih Pos Sabtu (11/5) kemarin.

Sabrina mengaku selama kurang lebih 8 bulan WVI telah melatih para tutor, agar kedepannya saat WVI tidak ada lagi di Biak, para tutor ini tetap dapat mendampingi masyarakat dan program ini bisa terus berlanjut terus.

“Kami berharap anak dan masyarakat penerima manfaat Kampung Literasi Silo di empat kampung yaitu Ambroben, Kababur, Karyendi, dan Masnwam, memahami pentingnya literasi, khususnya bagi anak usia 6 hingga 11 tahun.” Ujarnya.

  Di Kampung Literasi Silo juga terdapat empat Pos Baca di titik-titik tempat berkumpulnya anak-anak di kampung. WVI juga melakukan pendampingan kepada para orang tua agar mampu mendampingi anaknya, salah satunya dengan membuat Pojok Baca di rumah.

“WVI, donor, dan para mitra terkait termasuk pemerintah, berharap Kampung Literasi Silo dapat membawa perubahan yang bermakna untuk anak-anak di Kab. Biak Numfor.,”Kata Sabrina

  Ditempat yang sama Staff Ahli 3 Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkab Biak Numfor Arner A.R. Rumakito, menyatakan Keberadaan Kampung Literasi Silo memberi perluasan akses informasi kepada anak-anak dan masyarakat.

“Pemerintah kampung sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat bawah wajib mendukung. Kedepannya kita punya tanggung jawab bersama untuk mengatasi kendala yang mungkin akan muncul, karena kita semua berperan untuk peningkatan pendidikan anak-anak kita.”bebernya

  Selain itu  Direktur PT Central Retail Indonesia berkata Hedy Djaja Ria, mengaku jika Kampung Literasi Silo merupakan hasil program CSR di tahun 2022, dimana pihaknya mengajak pelanggan untuk bersama-sama membawa perubahan, khususnya di bidang pendidikan untuk anak-anak di Papua.

“Besar harapan kami, ini dapat membantu anak-anak di Biak Numfor mewujudkan mimpi-mimpi mereka kedepan,”ujarnya. (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

18 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

19 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

20 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

21 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

22 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

23 hours ago