Categories: BIAK

Di Biak, Bocah 9 Tahun Diperkosa

Tersangka pemerkosaan anak dibawa umur YR (kedua dari kanan) ketika dibekuk dibekuk tim Resmob Polres Biak Numfor, di sekitar Moibaken, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (11/1). ( FOTO: Fiktor/Cepos)

Pelaku Juga Gigit Lidah Korban

BIAK-Entah setan apa yang merasukinya, seorang pria berinisial YR (32) tega memperkosa anak di bawah umur yang baru berusia 9 tahun, sebut saja namanya Bunga. Perbuatan bejat itu sebenarnya sudah terjadi sejak tanggal 1 Januari di salah satu rumah di Biak Timur, namun pelakunya  buron dan baru ditangkap, Sabtu (11/1).

  Dari hasil keterangan yang diperoleh penyidik, pelaku masuk dalam kamar korban dan melakukan tindakan bejatnya kepada korban. Tak hanya itu, agar korban tidak teriak, tersangka yang kini sudah mendekam di tahanan Polres Biak Numfor, juga sempat mengigit lidah korban sampai terluka. Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami trauma, sementara pelaku kini sudah mendekam di tahanan Polres Biak Numfor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

  “Jadi hasil keterangan yang kami dapatkan dari  hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku masuk dalam kamar korban dan memaksa melakukan tindakan pemerkosaan. Pelaku sempat lari dan kami lakukan pengejaran, saat ini pelaku sudah ditahan,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.,MSi didampingi Kasat Reskrim Iptu Oscar  Oscar F. Rahadian S.IK, MH kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

  Menurut Kasat Reskrim, pelaku dibekuk di wilayah perkebunan Kampung Moibaken setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Namun ketika akan dibekuk di wilayah perkebunan Moibaken, pelaku YR berupaya akan lari dari kejeran polisi dan masuk di kebun-kebun warga, namun pelaku akhirnya ditangkap dan digiring ke Mapolres Biak Numfor.

  “Pelaku ditangkap di perkebunan warga di Moibaken, Sabtu (11/1), memang setelah kejadian pelaku langsung buron dan kami terus melakukan pengejaran,” tandasnya.”tandasnya.

  Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002  tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara.(itb/tri)  

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago