Categories: LINTAS PAPUA

RSUD Nabire Layani Pasien KPS Tanpa Pemasukan

dr Andreas Pekey, Sp.B ( FOTO: Dok/cepos)

JAYAPURA-Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Nabire dr Andreas Pekey, Sp.B mengungkapkan bahwa dari sejumlah pasien yang berobat ke RSUD Nabire, 50 % diantaranya adalah pasien Kartu Papua Sehat (KPS). Pasien KPS ini berobat gratis selama 1 tahun lebih, tanpa ada dukungan pemasukan dari dana KPS. 

  “Mereka tidak hanya berasal dari Nabire tetapi juga berasal dari luar Nabire baik Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Teluk Windama,Waropen dan beberapa kabupaten di wilayah tengah Papua.”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (28/5). 

  Menurut dr Andreas, sebenarnya yang menanggung segala biaya pengobatan pasien KPS ini berasal dari Pemerintah Provinsi, namun hingga 1,5 tahun ini belum ada kucuran dana KPS sama sekali. Di sisi lain tidak ada sumber lain untuk menanggung pasien-pasien KPS.

  Lantas dari mana sumber pendanaan untuk membeli obat, bahan habis pakai, oksigen, reagen dan makanan serta kebutuhan lainya untuk melayani pasien-pasien KPS ? “Tidak ada,” ujar dokter alumnus Kedokteran Uncen ini. 

  Menurutnya, selama ini RSUD Nabire mengelola 50% pendapatan lainnya yang bersumber dari pasien-pasien BPJS/KIS maupun pasien umum/swasta yang bayar langsung. Uang ini yang kami kelola untuk berbagi kebutuhan pelayanan termasuk ke pasien-pasien KPS. 

  Hal ini ibarat 50 orang yang bekerja untuk kasih makan 100 orang. Sementara yang 50 orang lainya tidak menghasilkan apa-apa. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus, diakui dr Andreas bakal  berdampak tidak sehat bagi pelayanan RSUD dalam penyediaan obat-obatan maupun kebutuhan lainya bagi semua pasien. 

  “Saya berharap Pemda Nabire ataupun Pemda di sekitar Nabire bisa ikut mengatasi masalah pasien-pasien KPS.” ungkap  Andreas yang meraih gelar dokter spesialis bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

  Meski dengan kondisi yang ada saat ini, namun dr Andreas mengaku tetap berterima kasih  kepada seluruh pasien yang telah menggunakan kartu BPJS/KIS. Sebab,  dari pendapatan BPJS/KIS RSUD Nabire dapat membeli obat, BHP (Bahan Habis Pakai), reagen, makanan, oksigen dan kebutuhan operasional untuk pelayanan RSUD Nabire. 

   Begitu juga kepada, Pemerintah Kabupaten Nabire yang sudah membantu  dalam hal gaji, ULP, bayar listrik, air dan kebutuhan lainya yang bersumber dari Pemda meski insentif dan honor pemda telat dianggarkan.

  Terimakasih juga ia sampaikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam hal pembangunan dan penyediaan alat kesehatan di RSUD Nabire. “Terakhir saya mengajak kita semua untuk berobat mengunakan BPJS/KIS supaya RSUD kita bisa sehat dalam operasional pelayanan.”pungkasnya. (tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

14 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

15 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

15 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

16 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

16 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

17 hours ago