Selain potensi geografis dan ekonomi, Bupati Mote juga menekankan bahwa Waropen memiliki keunikan budaya yang patut dibanggakan, khususnya dalam memandang posisi perempuan. Dalam tradisi Waropen, laki-laki disebut Sera dan perempuan disebut Musaba, keduanya dihargai secara setara.
“Waropen punya budaya yang istimewa. Perempuan ditempatkan pada posisi penting dalam pembangunan. Bahkan Ketua DPRK Waropen saat ini adalah seorang perempuan. Siapa tahu ke depan, bupati atau bahkan gubernur Papua Utara juga lahir dari perempuan Waropen,” ucap Mote optimistis.
Ia menilai budaya setara ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, sekaligus bukti bahwa masyarakat Waropen siap melangkah maju bersama. “Waropen bukan hanya punya letak yang strategis, tapi juga memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk menjadi pusat baru di Tanah Papua,” pungkas Bupati. (il/wen
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…