Daya tarik tambahan dari Pagoda ini tentu saja adalah Pagoda ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi, karena berada di pusat Kota Biak, Pagoda ini cocok untuk pengambilan foto pernikahan maupun momentum lainnya, Pagoda ini cocok untuk wisatawan yang tidak punya banyak waktu jalan-jalan di kota Biak, Pagoda ini cocok untuk melihat sunset dan senja yang indah, karena memiliki bangunan yang cukup tinggi dan berdiri diatas ketinggian.
Pada perayaan Imlek tahun ini, area sekitar pagoda semakin semarak dengan ribuan lampion merah yang menggantung indah di sekelilingnya. Lampion-lampion ini melambangkan harapan dan doa yang tiada putusnya, menambah nuansa sakral dan penuh kebersamaan bagi siapa saja yang datang.
Pagoda di Biak diharapkan menjadi simbol harmonisasi dan kebijaksanaan, tidak hanya bagi umat Buddha tetapi juga sebagai ikon toleransi antarumat beragama. Dengan kehadiran bangunan ini, Biak tidak hanya memiliki tempat ibadah baru tetapi juga sebuah warisan budaya yang dapat menginspirasi banyak orang. Di Tanah Papua tercatat ada pagoda Sapra Ratna yang ada di Kota Sorong Papua Barat Daya, dan selain itu di Biak. (*/wen).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…