Categories: FEATURES

Sejak 1982 Tiga Kali Ganti Nama, Tak Lagi Muda Namun Tetap Miliki Kharisma

“Kalau mengiringi artis besar, tantangannya beda. Ada rasa deg-degan sekaligus bangga. Tapi ketika mereka puas dengan permainan kami, itulah kepuasan tertinggi seorang musisi,” tutur Adi. Perjalanan Adi menjadi musisi profesional ditempuh lewat latihan tanpa henti dan berbagai kompetisi sejak remaja. Ia percaya, kualitas musik lahir dari disiplin dan jam terbang. “Main musik itu harus tiap hari. Kalau berhenti lama, rasanya seperti kehilangan sesuatu,” ujarnya.

Kata Adi, jika dibandingkan dengan tahun dulu dengan saat ini grub band bermain musik untuk mencari uang justru lebih mudah, karena saat ini banyak cafe dan restoran yang menyajikan live musik, sehingga membutuhkan grup band dalam mengisi live musik tersebut.

Adi juga mengaku, tantangan dan kendala dunia musik saat ini semakin besar. Banyaknya grup band baru justru membuat kualitas profesionalisme di panggung mulai tergerus, karena sebagian hanya mengejar jam terbang atau bayaran yang cocok, bukan kualitas penampilan. Padahal, menjadi musisi profesional seharusnya sejalan dengan kemampuan dan tanggung jawab dalam bermusik. Kualitas permainan menentukan nilai, termasuk dari sisi penghargaan dan pembiayaan.

“Sekarang ini siapa pun bisa tampil, asal bayaran cocok, meski hasilnya belum maksimal. Seharusnya ada keseimbangan, kalau ingin tampil dengan harga, maka kualitas juga harus sepadan,” ujarnya tegas. Kini di usia 51 tahun, selain bermusik menjalan usaha di dunia entertainment memiliki usaha rental studio dan sound lighting dan stage termasuk masih tampil di berbagai panggung, ia juga memanfaatkan media sosial TikTok untuk berbagi musik dan menjaga eksistensi.

Page: 1 2 3 4 5

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemerintah Diminta Lebih Serius Tangani Banjir

Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…

21 hours ago

Satu Nelayan Ditemukan Meninggal di Pantai

Korban yang ditemukan diketahui bernama Andreas Koboon (24). Sementara dua nelayan lainnya, yakni Frederikus Yolmen…

22 hours ago

Banyak Karhutla tapi Belum Ada yang Diproses Hukum

Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…

22 hours ago

Stok SPHP Capai Target, Penyaluran Tunggu Pembukaan Pagu Berikutnya

Persediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disiapkan untuk kegiatan dalam rangka perayaan…

23 hours ago

Komnas HAM Didesak Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…

23 hours ago

Modal Nekat Buka Bengkel, Kadang Sedih Karena Berulang Kali Dibobol Maling

Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…

1 day ago