Respons netizen Klaten ternyata luar biasa. Interaksi digital mereka bahkan sempat meledak saat merilis konten mengenai sejarah panjang klub sepak bola kebanggaan daerah, PSIK Klaten. Dari sana, gelombang pengikut dan pencari informasi sejarah kian melesat.Ke depan, Airell dan Naufal yang kini juga mengabdikan diri sebagai petugas teknis Museum Daerah Klaten ini, menargetkan output yang lebih permanen berbentuk literasi fisik seperti buku, jurnal ilmiah populer, hingga merchandise bertema historis Klaten.
Bagi mereka, misi Klaten Lampau bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan sebuah obat untuk mengatasi krisis identitas anak muda daerah. “Poinnya adalah agar generasi muda lebih bangga dengan kotanya sendiri. Caranya dengan mengerti sejarahnya. Kita perlu tahu jati diri kita, dan itu bisa digali lewat eksplorasi sumber sejarah di Klaten,” ujar Naufal. (ren/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…
Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…
-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta adanya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota…
Putu mengatakan, VA ditangkap di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika, Papua Tengah, Minggu, 30 Agustus…
Peristiwa obrolan tidak pantas di grup WhatsApp yang beredar di media sosial tersebut dinilai…