Respons netizen Klaten ternyata luar biasa. Interaksi digital mereka bahkan sempat meledak saat merilis konten mengenai sejarah panjang klub sepak bola kebanggaan daerah, PSIK Klaten. Dari sana, gelombang pengikut dan pencari informasi sejarah kian melesat.Ke depan, Airell dan Naufal yang kini juga mengabdikan diri sebagai petugas teknis Museum Daerah Klaten ini, menargetkan output yang lebih permanen berbentuk literasi fisik seperti buku, jurnal ilmiah populer, hingga merchandise bertema historis Klaten.
Bagi mereka, misi Klaten Lampau bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan sebuah obat untuk mengatasi krisis identitas anak muda daerah. “Poinnya adalah agar generasi muda lebih bangga dengan kotanya sendiri. Caranya dengan mengerti sejarahnya. Kita perlu tahu jati diri kita, dan itu bisa digali lewat eksplorasi sumber sejarah di Klaten,” ujar Naufal. (ren/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Kamus menjelaskan bahwa masuknya investasi berskala raksasa dalam wujud Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti perkebunan…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…