Respons netizen Klaten ternyata luar biasa. Interaksi digital mereka bahkan sempat meledak saat merilis konten mengenai sejarah panjang klub sepak bola kebanggaan daerah, PSIK Klaten. Dari sana, gelombang pengikut dan pencari informasi sejarah kian melesat.Ke depan, Airell dan Naufal yang kini juga mengabdikan diri sebagai petugas teknis Museum Daerah Klaten ini, menargetkan output yang lebih permanen berbentuk literasi fisik seperti buku, jurnal ilmiah populer, hingga merchandise bertema historis Klaten.
Bagi mereka, misi Klaten Lampau bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan sebuah obat untuk mengatasi krisis identitas anak muda daerah. “Poinnya adalah agar generasi muda lebih bangga dengan kotanya sendiri. Caranya dengan mengerti sejarahnya. Kita perlu tahu jati diri kita, dan itu bisa digali lewat eksplorasi sumber sejarah di Klaten,” ujar Naufal. (ren/bun)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…