

Salah satu petugas KRI Teluk Wondama 527 memberikan penjelasan tentang kapal yang berlabuh di pelabuhan Biak, Selasa (24/6) kemarin. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
Ketika Dua KRI Kebanggaan Bangsa Sapa Biak Numfor
Kala dua kapal kebanggaan TNI Angkatan Laut, KRI Panah (626) dan KRI Teluk Wondama (527), bersandar di Pelabuhan Biak dan Pelabuhan Lanal Biak, sebagai bagian dari Operasi Trisila. Apa saja yang dilakukan selama berada di Biak?
Laporan Ismail – Biak Numfor
Warga Biak Numfor mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan aset pertahanan laut Indonesia menyusul kedatangan KRI Panah (626) dan KRI Teluk Wondama (527) sebagai bagian dari Operasi Trisila Komando Armada III. Operasi yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Yohannes Upang selaku Wakil Komandan Satgas Trisila ini menggabungkan tiga misi strategis: keamanan laut, latihan militer, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Berlangsung selama 37 hari, Operasi Trisila telah singgah di Ternate dan Morotai sebelum tiba di Biak, dan akan melanjutkan perjalanan ke Jayapura, Nabire, Manokwari, lalu kembali ke Sorong.
Kolonel Yohannes Upang menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi pengguna laut, melaksanakan latihan intensif selama lintas laut, termasuk latihan pendaratan Marinir di Morotai yang bersejarah, serta menggelar program sosial di setiap pangkalan.
Terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Theos mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus terus…
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kota Jayapura, Dessy Wanggai, mengatakan DAU…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…
Susana jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di Papua terlihat semarak. Meski dengan…
Dikatakan, momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Biak Numfor sangat Istimewa karena baru…
Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…