Categories: FEATURES

“Kami juga Butuh Tambahan Gizi Seperti Teman-teman  Sekolah Lain”

Menurutnya, di sekolah tempat ia mengajar itu, secara keseluruhan dari kelas I hingga kelas II ada sekitar 60 murid yang mempunyai keluarga yang ekonominya berkecukupan

“Di sini ada sekitar 64 murid yang 90 persennya itu OAP, bisa dibilang gizi anak-anak di sekolah kami belum terpenuhi, karena datang dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar program Presiden Prabowo Subianto ini segera berjalan di sekolahnya itu supaya gizi anak-anak di sekolah yang ia mengajar boleh berangsur membaik.

“Harapannya ya program MBG ini segera terealisasi di sekolah kami, biar anak-anak di sini juga semangatnya untuk datang ke sekolah bertambah, selain itu biar gizi anak-anak di sini juga berangsur membaik,” pungkasnya.

  Harapan yang sama juga disampaikan salah seorang siswi Rahel (12) kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/4) siang. Rahel mengatakan bahwa dirinya sangat berharap program MBG itu secepatnya bisa didistribusikan ke sekolahnya itu.

Siswa kelas V itu mengaku bahwa dirinya ketika berangkat sekolah terkadang lupa bawa bekal, sehingga tiba di sekolah pas jam istirahat ia terkadang gelisah karena perut kosong.

  “Kami berharap makanan bergizi gratis itu cepat masuk di sekolah kami, karena kami juga ingin merasakan, masa yang lain sudah dapat kami disekolah ini masih belum, kami juga mau,” ungkap Rahel.

  Senada disampaikan oleh Debi (11) dan Edo (11) siswa kelas V mengatakan bahwa mereka sangat berharap program MBG tersebut secepatnya didistribusikan di sekolahnya itu. “Kami juga membutuhkan tambahan gizi seperti teman-teman yang lainnya,” ujar keduanya.

  Ketiganya diwawancarai Cenderawasih Pos di teras sekolah itu. Di tempat yang sama, di teras sekolah puluhan siswa terlihat bermain kejar-kejaran sambil teriak dan tertawa membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dan ramai. Di tengah gemuruhnya kegiatan belajar-mengajar senyuman dan sapaan santun dari sejumlah siswa terasa ingin mengabdi di sekolah itu.

  Bertemu dengan mereka walaupun tidak berlangsung lama, namun terasa sangat berkesan. Mereka memiliki semangat belajar yang luar biasa, meskipun dengan fasilitas terbatas. Interaksi dengan mereka juga membuka mata tentang tantangan dan peluang dalam pendidikan di sekolah yang seakan dilupakan pemerintah.

  Untuk gedung sekolah terbilang cukup bagus, tetapi beberapa bagian telah rusak. Sementara sarpras dan fasilitas lainnya masih terbilang sangat kurang.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

1 day ago

Stunting di Merauke Capai 17,4 Persen

Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…

1 day ago

Pemkab Jayawijaya-PLN UP3 Wamena Launching Program Jayawijaya Terang di Distrik Tailarek

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…

1 day ago

Camporee Pathfinder Arafura International Bentuk Karakter Generasi Muda

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…

2 days ago

Dua Unit Ruko dan Satu Garasi Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…

2 days ago

Polisi Beberkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Jalan Logpon Mimika Tewaskan Seorang Pria

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…

2 days ago