Categories: FEATURES

Dulu Mikir Pawon dan Primbon, Kini Mikir Schedule dan Plan B

Pada Mother’s Day, hadiah sering bersifat simbolis. Namun, di Indonesia, Hari Ibu lebih menekankan makna perjuangan. Meski dirayakan dengan cara yang berbeda namun kedua hari ini adalah apresiasi terhadap ibu. Dalam Al-Qur’an juga dibahas dalam beberapa ayat. Berbakti kepada orangtua, termasuk ibu merupakan sebuah perintah dari Allah SWT agar mendapatkan keberkahan di dunia dan juga akhirat.

Dalam sabdanya, Rasulullah SAW menyebutkan kata ibu tiga kali sebelum kata ayah.

Perlu untuk kamu ketahui, di dalam Al-Quran, ibu mendapatkan posisi yang sangat mulia, sehingga anak diwajibkan hormat kepada ibu terlebih dahulu, sebelum kepada ayah. Karena ibu merupakan sosok yang sangat istimewa.

Bahkan, hal tersebut dijelaskan dalam suatu hadis yang berbunyi, Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi: “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?

Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR Al Bukhari)

Dua wanita hebat sempat diwawancarai Cenderawasih Pos, Katharina AIS Safanpo dan Feronita S Kirana juga bercerita tentang penilaian mereka terhadap sosok ibu. Meski saat ini memposisikan sebagai seorang ibu  namun dengan cerita dulu diakui sosok wanita yang menjadi ibunya adalah sosok yang hebat. Orang tua yang dulu hanya memikirkan dapur (Pawon*bahasa Jawa) maupun primbon, kini jauh beranjak.

Disini Cenderawasih Pos menanyakan soal makna seorang ibu di era kekinian dimana paradigma baru  sang ibu tak semata bekerja dan berjuang untuk anak dan suami melainkan juga untuk karirnya. Disini sebagai istri mantan seorang akademisi, Katharina lebih banyak melihat soal peran ibu  sebagai ujung tombak pendidikan.

“Saya mengapresiasi penuh peran ibu sebagai ujung tombak pendidikan sebab melalui peran ibu lah masa depan suatu negara akan dibentuk,” bebernya menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos.

Iapun menganggap sangat penting mempersiapkan pendidikan bagi para wanita guna mempersiapkan masa depan suatu negara.  Namun diakui sebagai wanita juga harus ingat dan tetap menjunjug tinggi kodrat yang memang telah digariskan dan menjadi warisan lahir bahwa wanita selain punya tugas mulai sebagai ujung tombak pendidikan masa depan tapi juga sebagai penolong dan pendamping suami.

“Jangan sampai terbuai dengan kata emansipasi kemudian menomor duakan peran sebagai istri,”singgungnya. Ia tak menampik bahwa saat ini peran itu  mengalami sebuah pergeseran dimana ada emansipasi yang kemudian para perempuan diberi ruang mengecap pendidikan lebih tinggi. Dan bekal itu  akhirnya diberi kesempatan untuk memasuki dunia karir.

“Jadi selain mengurus rumah tangga, pendidikan anak-anaknya tapi juga membina karirnya atau pekerjaannya sehingga otomatis di era saat ini sosok ibu memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibanding ibu – ibu jaman dulu,” ungkapnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Faktor Ekonomi dan Judi Online Membuat Banyak Pernikahan Pasangan Muda Kandas

Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…

6 hours ago

Polisi Selidiki Pembacokan Sekuriti oleh OTK

Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…

6 hours ago

Mayoritas Pelaku 3C Masih di Bawah Umur

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…

7 hours ago

Fasilitas Terbatas Hambat Pelayanan Puskesmas Tapormai

elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…

7 hours ago

Kementan Dukung Pengembangan Lahan Pangan di Kota Jayapura

Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…

8 hours ago

Daya Tampung SMAN 1 Sentani Terbatas!

Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…

8 hours ago