Categories: FEATURES

Tidak Mau Bantuan Cuma-cuma, Selalu Meminta Pekerjaan

Cerita Narendra Wicaksono Bersepeda dari Klaten sampai Makkah

Tragedi Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022 melekat kuat di ingatan Narendra Wicaksono. Dia bertualang ke berbagai negara untuk menyuarakan ketidakadilan dalam peristiwa itu. Selama sembilan bulan, Narendra bersepeda dari Klaten, Jateng, hingga Makkah, Arab Saudi.

Laporan : Agus Dwi Prasetyo – Jakarta

GAWAI pintar milik Narendra tiba-tiba berdering di sela-sela obrolan malam itu. Di layar ponsel tertera nomor dengan kode area luar negeri. Kepada Jawa Pos, dia meminta izin menerima panggilan tersebut. ”Assalamualaikum, Ukhti,” katanya memberi salam kepada lawan bicaranya di seberang telepon.

Karena tidak ada jawaban, Narendra mengakhiri panggilan. Beberapa menit berselang, gawai yang ditaruh di atas meja itu kembali berdering. Pemuda asal Ceper, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), tersebut kembali meminta izin untuk menerima panggilan. Tapi, lagi-lagi tak ada jawaban.

”Saya sering ditelepon sama orang Gaza. Karena setahu mereka, saya aktivis yang bisa menolong mereka keluar dari Gaza,” katanya kepada Jawa Pos, Rabu (11/9) pekan lalu.

Narendra kembali ke Indonesia pada 9 September lalu. Dia baru saja menuntaskan petualangan panjang mengunjungi berbagai negara. Berangkat dari Klaten pada 15 Januari 2024, pria 27 tahun itu menuju Batam, Kepulauan Riau, lalu menyeberang ke Johor Bahru, Malaysia. Dari Malaysia, dia melanjutkan perjalanan ke Thailand, India, Turki, Yordania, dan berakhir di Arab Saudi.

Bertualang ke banyak negara jadi impiannya sejak 2019. Keinginan tersebut memuncak usai tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Sebagai pengagum aktivis HAM Munir Said Thalib, darah aktivis Narendra mendidih ketika mengetahui tragedi kelam itu. Kebetulan, dia merupakan penggemar sepak bola. ”Jadi, berkeliling dunia dengan sepeda dan membawa pesan aktivisme,” ujarnya.

Saat bertualang di wilayah Indonesia, Narendra banyak dibantu jaringan suporter sepak bola di setiap provinsi yang disinggahi. Misalnya di Palembang, Sumatera Selatan. Dia dibantu suporter Sriwijaya FC, Singa Mania.

”Ultras Garuda juga bantu saya. Mereka menghubungkan saya dengan suporter-suporter lokal,” ungkapnya.Malaysia jadi negara pertama yang disinggahi Narendra. Bermodal duit pas-pasan, dia menyusuri satu per satu provinsi di negeri jiran tersebut untuk menuju Thailand.

Dalam sekali perjalanan gowes, dia bisa menempuh jarak 100 kilometer dari pagi hingga sore atau sekitar 12 jam. Memasuki waktu malam, dia mencari masjid secara random. Karena tidak ada target waktu untuk sampai ke Makkah, Narendra beristirahat sembari menyelami kultur masyarakat setempat. Dia pun banyak mendapat bantuan warga setempat. Terutama bantuan logistik. ”Orang-orang Malaysia luar biasa sekali menyambut musafir,” tuturnya. (*)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

53 minutes ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

2 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

3 hours ago

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

4 hours ago

DPRK Yalimo Soroti Kemunduran Kinerja Pemkab, Desak Transparansi Anggaran

Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,​Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…

5 hours ago

TNI dan Brimob Dilibatkan Dalam Pengamanan Pelayanan Publik di Jila

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…

6 hours ago