Tak hanya anak-anak yang menjadi pusat perhatian, para guru pun mendapat apresiasi. Dalam kesempatan itu, wali kota menilai peran guru sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda—bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual.
Di sudut ruangan, beberapa anak tampak masih asyik memperhatikan detail ruangan, sementara yang lain tak henti tersenyum. Momen sederhana ini menjadi potret kecil bagaimana pendidikan tidak selalu harus terjadi di dalam kelas. Ketika kunjungan usai, anak-anak meninggalkan ruangan dengan langkah ringan, namun membawa sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman. Ada inspirasi, ada cerita yang akan mereka ulang di rumah, dan mungkin—di antara mereka—sudah mulai tumbuh mimpi untuk suatu hari nanti duduk di kursi yang sama. Keceriaan hari itu menjadi pengingat bahwa masa depan Kota Jayapura sedang tumbuh, satu tawa kecil dalam satu waktu.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…