Tak hanya anak-anak yang menjadi pusat perhatian, para guru pun mendapat apresiasi. Dalam kesempatan itu, wali kota menilai peran guru sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda—bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual.
Di sudut ruangan, beberapa anak tampak masih asyik memperhatikan detail ruangan, sementara yang lain tak henti tersenyum. Momen sederhana ini menjadi potret kecil bagaimana pendidikan tidak selalu harus terjadi di dalam kelas. Ketika kunjungan usai, anak-anak meninggalkan ruangan dengan langkah ringan, namun membawa sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman. Ada inspirasi, ada cerita yang akan mereka ulang di rumah, dan mungkin—di antara mereka—sudah mulai tumbuh mimpi untuk suatu hari nanti duduk di kursi yang sama. Keceriaan hari itu menjadi pengingat bahwa masa depan Kota Jayapura sedang tumbuh, satu tawa kecil dalam satu waktu.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dan penuh haru. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum kepada bangsa…
Keterangan yang diberikan Dalu akan menjadi bahan pertimbangan penyidik untuk menentukan langkah pemeriksaan berikutnya. Juru…
Dari video yang beredar terlihat sejumlah wartawan yang menunggu sempat melontarkan pernyataan mengapa yang mengenakan…
Dari pernyataan bersama organisasi pers dan jurnalis yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi…
Sebanyak 19 petani kakao di Kampung Wailebet, Kepulauan Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya,…
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan…