Categories: FEATURES

Banyak Orang Memiliki Mimpi, Tapi Tidak Memiliki Semangat untuk Meraihnya

Tahun 2018-2020, sebagai Ketua Program Studi Administrasi Negara S1. Dan tahun 2013-2021 Vince menjabat sebagai Ketua Konferensi Jurnal Internasional IFRD Dubai dan Cenderawasih University.

Bersamaan dengan itu terhitung mulai  2017-Sekarang dia juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Data dan Informasi Pembangunan (Pusdip) Kemudian sejak tahun 2019-Sekarang menjadi Ketua Pusat Studi Gender dan Anak Uncen.

Tidak hanya itu sejak tahun 2018-2021 lalu dia juga dipercayakam sebagai  Ketua Yayasan Papua Aweida Anigou (YPAA) dan mulai tahun 2021 sampai sekarang dirinya dipercayai sebagai Ketua Suara Perempuan Indonesia.

Dengan pengalaman dan jabatannya yang luar biasa ini, Vince tampaknya telah memboyong berbagai Piagam Penghargaan dan Tanda Jasa. Seperti pada tahun 1997 dia menerima Piagam Widyaiswara Tingkat Nasional (BP7) dari BP7 Nasional, 2016 menerima publisher IFRD Dubay IFRD dari Dubay Emirate Arab.

Selain itu pada tahun 2017 dia mendapatkan sertifikat, Kerjasama Jurnal dari Universitas Penang Malaysia. Lalu tahun 2018 dia menerima Sertifikat Badan Pengawas (BP) dari YPMAK (Freeport).

Serta pada tahun 2020 dia menerima Sertfikat, sebagai Nara Sumber Program Doktoral Ilmu Sosial dari Program S3 Pasca Uncen.

Tidak hanya pada dunia pendidikan, tapi Vince juga aktif sebagai pengabidan masyarakat, bahkan dirinya memiliki 13 jenis kegiatan pengabian masyarakat.

Ini semua tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik keluarga, para dosen tapi juga tentunya tidak terlepas peran besar gereja dan peran lain,” ucapnya usai prosesi pengukuhan di Auditorium Uncen Selasa.

Dikatakan wujud atas semua perjuangannya itu tidak terlepas dari mimpi dan kerja kerjasnya selama ini.  “Tapi juga dukungan semua pihak, saya tidak pernah lupa atas itu,” ujarnya.

Terlebih sebagai perempuan Meepago, Lapago, atau wilayah termarginal di Tanah Papua, keberhasilannya mengubah stigma tabir, kebodohan, keterbelakangan, anak anak Papua selama ini.

Dan stigma itu dihilangkan, karena pendidikan tidak pernah membatas ruang bagi siapapun selama punya niat dan semangat yang juang.

“Banyak orang memiliki mimpi tapi, tidak memiliki cukup banyak semangat untuk meraihnya, tapi saya mewakili perempuan Mee bisa raih itu,” ungkapnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

2 days ago

7 Cara Realistis Berhenti Merokok dengan Mudah

Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…

2 days ago

9 Manfaat Terong Belanda untuk Kesehatan, Buah Asam Segar yang Kaya Nutrisi

Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…

2 days ago

Seleksi Ketat, 483 Ribu Pelamar Lolos Tahap Administrasi Manajer KMP

Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…

2 days ago

Anggaran Pembangunan Gedung KMP Diduga ‘Disunat’

“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…

2 days ago

Pidato Megawati Soroti Hukum Tak Adil hingga Mental Bangsa Melemah

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…

2 days ago