

Pastor Jhon Jonga saat memantau anak-anak binaannya bermain sepakbola di Lapangan Koya Tengah belum lama ini. Pastor berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk pemenuhan gizi yang baik. (Lukas For Cepos)
Melihat Upaya Pastor Jhon Jonga Menjauhkan Generasi Muda dari Ancaman Ganja dan Miras
Siapa yang tak kenal Pastor Jhon Jonga. Salah satu pastor yang kerap menyuarakan suara akar rumput, isu sosial dan agama hingga hak asasi manusia. Di tengah kesibukannya, kini ia mulai merintis sekolah sepakbola usia dini. Namun ada kendala yang dialami
Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura
Saat tiba di “markas” nya di Koya Tengah nampak beberapa anak usia dini mulai berlarian dari kejauhan. Mereka saling berlomba untuk masuk ke halaman Paroki St Petrus Koya Tengah. Sambil nyelip – nyelip di pagar kayu, anak-anak usia sekolah dasar ini menyapa Cenderawasih Pos dengan ramah. “Kami baru dari lapangan,” ujar salah satu bocah sambil terus memacu larinya.
Ia harus lebih dulu sampai untuk memastikan mendapat nomor urut antrian yang tak terlalu jauh. Maklumlah, jika terlambat maka ia harus menunggu cukup lama dalam antrian. Puluhan anak usia dini ini Kamis (13/3) kemarin nampak tengah mengantri di dinding bangunan paroki sambil terus mengeluarkan suara berisik. Mereka mengantri bubur kacang hijau ataupun kolak. Ini menjadi kebiasaan usai bermain bola.
Sesekali diingatkan untuk diam dan tenang namun tak berapa lama akan berisik kembali. Hingga terdengar suara yang sudah dikenali barulah semua tampak hening. “Kalian diam dulu, jangan terlalu berisik,” ujar sosok dibalik dinding tersebut. Setelah ditengok ternyata memang sosok berambut putih inilah yang paling di dengar oleh anak-anak tersebut.
“Mari masuk, apakah ada yang puasa?,” sapa Pastor Jhon dari dalam ruangan. Ya suara peringatan tadi adalah suara dari Pastor Jhon Jonga yang menjadi tujuan silaturahmi sore kemarin. Dan seperti biasa, sosok Pastor Jhon masih sama seperti yang dulu. Kesan sederhana, ramah dan tetap humble. Dibalut kaos Adidas berwarna hitam dengan noken kecil melingkar di leher serta celana jeans berwarna gelap menempel di kulitnya.
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…