

Salah satu tukang becak ketika mengambil becak di pangkalan di Jalan A.Yani Wamena Jumat (10/4) (foto:Denny/ Cepos)
Melihat Aktifitas Becak yang Masih Beroperasi Sejak Tahun 1997 di Wamena
Moda transportasi ternyata tidak selamanya harus menggunakan mesin. Ada juga yang menggunakan tenaga hewan atau bahkan dari manusia sendiri. Untuk Tanah Papua hanya di Jayawijaya saja yang masih ada becak. Sejak tahun 1997 ternyata masih eksis meski kondisinya mulai terkikis
Laporan Denny Tonjauw – Wamena
Becak merupakan salah satu alat transportasi darat tradisional roda tiga yang digerakkan dengan cara dikayuh manusia, umum ditemukan di Indonesia dan beberapa negara Asia, namun pada zaman modern seperti ini alat becak ini sudah hampir tak terlihat lagi di beberapa wilayah Papua bahkan di luar Papua, namun hingga saat ini kendaraan tersebut masih digunakan masyarakat di wilayah Provinsi di Provinsi Papua Pegunungan.
Kendaraan roda tiga yang ramah lingkungan ini masih menjadi pilihan masyarakat untuk mengangkut penumpang dan barang dari pasar hingga sampai ke rumah warga dalam Kota Wamena, menarik becak juga masih menjadi harapan masyarakat untuk mencari nafkah sehari -hari dalam memenuhi makan minum serta biaya sekolah sehingga tak bisa dipungkiri jika banyak penarik becak di wilayah Wamena merupakan siswa sekolah dari kabupaten pemekaran lain yang mencari nafkah untuk keberlanjutan pendidikannya.
Perkembangan becak di Wamena dimulai pada tahun 1997 di bawah pimpinan Bupati J,B Wenas, didatangkan dari Makasar, Surabaya dan Yogjakarta. Tujuannya untuk mengatasi persoalan lapangan pekerjaan di wilayah itu bagi para pemuda yang tak berkesempatan untuk mendapatkan pekerjaan dan juga mendukungan anak -anak yang bersekolah dari kabupaten wilayah distrik -distrik yang jauh dan kini telah menjadi beberapa Kabupaten pemekaran untuk mengambil kesempatan itu sambil melanjutkan pendidikan dan di khususkan hanya untuk anak -anak putra daerah.
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…
Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…