

Panti Asuhan dan Panti Jompo Air Mata Mama yang ada di Dok VIII Jayapura (foto;Jimi/Cepos)
Melihat Suasana Menjelang Natal di Panti Air Mata Mama dan Yayasan Tunanetra Humania
Bulan Desember sebagai bulan Natal, sering kali menjadi moment untuk berbagi kasih dan kebahagian. Terutama dengan mereka yang memilik berbagai keterbatasan dan juga yang jauh dari kasih sayang orang tua kandung, yang tinggal di Panti Asuhan. Lantas seperti apa suasana di Panti Air Mata Mama dan Yayasan Tunanetra Humania jelang Natal ini?
Laporan: Jimianus Karlodi-Jayapura
Natal untuk merayakan lahirnya Yesus Kristus, adalah waktu yang penuh dengan kebahagiaan. Momen ini sering digunakan untuk berbagi kasih, dan momen istimewa bersama orang-orang terdekat.
Meski begitu, tidak semua orang dapat merasakan kemeriahan tersebut. Seperti halnya dirasakan para penghuni Panti Asuhan dan Panti Jompo Air Mata Mama di dok 8 dan Yayasan Tunanetra Humania Polimak, yang hidup dengan keterbatasan.
Saat didatangi Cenderawasih Pos, Selasa (11/12), Panti Air Mata Mama tanpak sebagian di dalam Panti tersebut telah dihiasi pohon Natal dengan ukuran kecil yang sudah dilengkapi berbagai pernak-pernik hiasan. Kesedihan pun tanpak begitu terasa di wajah para penghuni Panti.
Lince Nerotouw pengurus panti Air Mata Mama mengatakan menjelang Natal ini, anak-anak di panti asuhan itu diajarkan membuat hiasan Natal dan menggambar kartu ucapan. Tak hanya itu, anak-anak juga mengisi waktu kosong dengan membantu mengecat, membersihkan dan menghias Gereja.
Menjelang perayaan Natal, kata Lincenorotow jumlah donatur biasanya bertambah. Tak jarang penyumbang, komunitas, para pengusaha hingga dari TNI-Polri datang langsung berbagi kebahagiaan bersama anak panti asuhan, mengajak anak-anak berbelanja kebutuhan Natal seperti belikan baju, sepatu dan masih banyak lainnya.
“Dari kemarin-kemarin banyak yang datang dari penyumbang, komunitas, para pengusaha dan dari TNI-Polri juga datang kesini. Mereka datang membawa berkat, bawa sembako, baju, buku-buku dan masih banyak lainnya mereka bawa,” sebut Lince Nerotouw saat didatangi Cenderawasih Pos, Selasa (10/12) siang.
Panti Asuhan Air Mata Mama didirikan untuk membantu anak-anak yang tak mendapatkan pengasuhan yang baik. Penghuni panti berasal dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan agama. Sejak didirikan, Panti Asuhan Air Mata Mama sudah banyak mengasuh anak-anak yatim piatu.
Menurut Lince Nerotouw, saat ini tercatat 20 anak menghuni Panti Asuhan Air Mata Mama mulai dari anak usia enam tahun hingga usia remaja (SMP-SMA) dan sebanyak 10 orang dewasa yang lanjut usia. Meski demikian, pihaknya tidak merasakan beban walaupun dengan kondisi yang cukup memperihatinkan.
Page: 1 2
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…
Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…
Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…
Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…
“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…
Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…