Gestur ini ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kota Jayapura. Tidak sedikit warga yang merasa bangga bisa bersalaman langsung dengan Wali Kotanya. Bagi mereka, hal tersebut adalah tanda bahwa pemimpin kota benar-benar hadir dan mau merangkul rakyatnya.
Lebih jauh, jabat tangan menjadi awal percakapan yang cair. Sering kali, dari sekadar genggaman tangan, warga mulai bercerita tentang kehidupan mereka, menyampaikan aspirasi, hingga berbagi canda dengan sang Wali Kota.
Namun, bukan hanya jabat tangan yang menjadi ciri khas Abisai Rollo. Dalam beberapa kesempatan, ia juga kerap menutup sambutannya dengan lantunan lagu atau membawakan cerita pendek khas Papua yang dikenal dengan Mob.
Tradisi ini tidak hanya membuat suasana lebih hidup, tetapi juga menghadirkan kedekatan kultural dengan masyarakatnya. Suasana yang tadinya formal berubah menjadi akrab dan hangat. Warga pun larut dalam tawa, senyum, dan kebersamaan.
“Kalau kita hanya bicara serius, masyarakat bisa merasa kaku. Tapi kalau ada lagu atau Mob, suasana jadi cair. Itu cara saya untuk dekat dengan mereka,” jelasnya.
Apa yang dilakukan Abisai Rollo mencerminkan gaya kepemimpinan yang humanis dan berakar pada budaya lokal. Ia tidak sekadar hadir sebagai pejabat, melainkan juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.
Lewat sapaan hangat, jabat tangan, lantunan lagu, hingga cerita rakyat khas Papua, ia berhasil menumbuhkan rasa memiliki yang kuat antara masyarakat dan pemimpinnya.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan besar, tetapi juga soal perhatian kecil yang menyentuh hati rakyat. Dengan begitu, masyarakat merasa lebih dihargai, didengar, dan diperhatikan.
Di tengah era kepemimpinan yang kerap dinilai formal dan kaku, Abisai Rollo menunjukkan wajah lain dari seorang Wali Kota. Ia tampil sebagai pemimpin yang ramah, peduli dan berjiwa budaya. Lewat jabat tangan dan Mob yang disampaikannya, ia menghadirkan kepemimpinan yang tidak berjarak, melainkan penuh dengan kehangatan dan kebersamaan.
Inilah wajah kepemimpinan yang dirindukan masyarakat, seorang pemimpin yang tidak hanya memimpin dengan kebijakan, tetapi juga dengan hati. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…