Categories: FEATURES

Hampir Pulang Karena Takut, Pengguna Daun Bungkus Justru Lebih Beresiko

“Itu karena bentuk alat vital sudah tidak normal,” sambung Ari. Menurutnya, proses sunat pada pria dengan riwayat suntik silikon maupun yang pernah menggunakan daun bungkus memiliki risiko lebih tinggi dan tidak bisa dilakukan seperti prosedur biasa. Secara medis, suntik silikon dapat mengubah struktur jaringan pada alat vital menjadi tidak normal, lebih keras, dan sulit dipotong. Kondisi ini juga meningkatkan risiko infeksi serta peradangan saat tindakan.

Selain itu, pendarahan cenderung lebih sulit dikendalikan karena perubahan pada pembuluh darah. Tak hanya itu, proses penyembuhan pada pasien dengan silikon umumnya lebih lama karena tubuh bereaksi terhadap benda asing. Oleh sebab itu, penanganan kasus seperti ini memerlukan tindakan khusus dan tidak disarankan dilakukan dalam kegiatan sunat massal. Sementara itu, praktik daun bungkus yang dikenal di Papua juga menimbulkan berbagai kendala medis.

Metode tradisional ini dapat menyebabkan kulit menjadi menebal dan tidak elastis, sehingga menyulitkan proses pemotongan saat sunat. Selain itu, risiko pembengkakan permanen dapat membuat bentuk anatomi tidak normal. Kondisi ini juga meningkatkan potensi luka berkepanjangan dan infeksi, terutama jika sebelumnya pernah terjadi iritasi. Proses pembiusan pun menjadi lebih sulit karena jaringan telah mengalami perubahan.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi komplikasi pada kondisi tersebut cukup tinggi, mulai dari luka terbuka, infeksi berat, hingga kerusakan jaringan. Untuk itu, sunat dengan kondisi khusus seperti ini sebaiknya dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memadai. Hal ini karena membutuhkan peralatan medis lengkap, tenaga dokter berpengalaman, serta kesiapan dalam menangani kemungkinan komplikasi darurat.

Selain itu, pengawasan pasca tindakan juga harus lebih intensif guna memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik. Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh kondisi ini dan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melakukan sunat, demi menjaga keselamatan dan kesehatan jangka panjang. “Idealnya sunat dewasa dilakukan di rumah sakit atau tempat praktik dengan fasilitas yang lebih lengkap. Mulai dari alat medis hingga kesiapan penanganan jika terjadi komplikasi.Namun karena sudah ada yang mendaftar tentu tetap dilayani karena demi pelayanan kesehatan,”pesannya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kebutuhan Meningkat, PMI Ajak Warga Rutin Donor Darah

  Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…

7 hours ago

12 Tahun Injil di Skouw, Abisai Rollo: Generasi Muda Harus Takut Tuhan

   Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…

9 hours ago

Pemkot Perkuat Lembaga Pemberdayaan Perempuan

  Dalam sambutannya, Nyoman Sri Antari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Jayapura bersama…

10 hours ago

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

11 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

12 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

13 hours ago