IKHLAS MENGABDI: Faiz Nafiq dan empat santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, bertugas membersihkan potensi penumpukan sampah selama Muktamar ke-35 NU berlangsung. (Chariris/JPRM)
Cerita Santri Kelas VI yang 24 Jam Bergelut dengan Tumpukan Sampah pada Muktamar NU
Kesuksesan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa dilepaskan dari peran para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Tergabung dalam tim Carbon Warriors, mereka tanpa pamrih menjalankan tugas memunguti hingga membersihkan tumpukan sampah 24 jam nonstop.
Laporan: Moch. Chariris_Jombang
DI antara deretan kepadatan muktamirin di kawasan stan expo dan bazar, wajah Faiz Nafiq tetap terlihat semringah. Dengan penuh kesabaran, santri pondok induk ini mengendarai motor roda tiga pengangut sampah. Sesekali ia harus memberi aba-aba kepada para pengunjung yang lalu lalang di tengah jalan Tambakberejo Gang IV, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Dengan harapan agar menepi sekaligus memberikan jalan.
Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah, tergabung dalam Tim Carbon Warriors. Dari memungut, mengangkut, hingga mengirimnya ke tempat penampungan sampah (TPS) di Lingkungan Tambakrejo Gang III. Persisnya, tidak jauh dari kawasan Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, lokasi sidang pleno tata tertib (tatib) pemilihan pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Siswa kelas VI Madrasah Muallimin Muallimat Atas (MMA) ini tidak sendirian. Ia dibantu empat santri lainnya untuk memungut dan mengambil tumpukan sampah. Baik yang tercecer di sekitaran expo dan bazar, sepanjang jalan, dan gedung-gedung tempat pelaksanaan muktamar. ’’Zona tugasnya sebenarnya semua, begitu ada info saya ambil,’’ tutur santri berusia 21 tahun ini.
Kelima santri itu tergabung dalam satu grup di antara beberapa Tim Carbon Warriors yang jumlahnya mencapai 400-500 orang. ’’Yang penting satu jalur. Dari Gang IV, lokasi utama expo dan bazar, kemudian memutar di Gang III dan langsung ke TPS,’’ imbuhnya. Kendati menjalankan amanah di bidang kebersihan dan lingkungan hidup (KLH) tanpa lelah, namun Faiz dkk tidak pernah mengeluh. Bagi dia dan keempat temannya tugas yang dijalani sebuah kebanggaan sendiri.
Apalagi, peran yang dijalankan bernilai khidmah dan pengabdian. Melayani para tamu muassis PPBU dan Muktamar ke-35 NU. ’’Sebenarnya dibagi sif, sore sampai pagi, karena pagi sampai sore ada timnya sendiri. Cuma karena ini kloter sampah, kami harus siap kapan saja ketika ada panggilan (membersihkan sampah),’’ imbuh Faiz.
Page: 1 2
Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…
Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…
Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…
Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…
Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…