Categories: EKONOMI BISNIS

Tunggakan PDAM Capai Rp 32 Miliar

Entis Sutisna. (FOTO : Yohana/Cepos)

*Siap Ambil Tindakan Tegas dengan Penertiban Rekening 

JAYAPURA – Guna mengurangi tunggakan PDAM baik di Jayapura, Abepura dan Sentani yang masih mencapai Rp 32 miliar, PDAM akan mengambil langkah tegas sampai dengan pemutusan rekening air bagi pelanggan yang menunggak.

Dirut  PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan,   sampai dengan saat ini piutang PDAM untuk rekening 2013-2018 sebanyak Rp 32 miliar, yang mana tunggakan tersebut merupakan tunggakan selama 5 tahun terakhir.

“Pemutusan rekening air akan kami lakukan melalui tim khusus yang sudah kami siapkan. Kami harap ini menjadi tindakan akhir ketika pelanggan tidak membayar tunggakannya, penertiban rekening air ini akan kami lakukan dari batas tunggakan 2 bulan ke atas,”ungkap Entis kepada Cenderawasih Pos, Selasa (26/2) kemarin.

 Dirinya berharap adanya upaya tegas yang pihaknya lakukan ini dapat memberikan nilai positif bagi PDAM sendiri, terutama dalam hal pengurangan tunggakan air dari para pelanggan, mengingat melalui pembayaran piutang tersebut pihaknya dapat melakukan berbagai pemeliharaan terhadap jaringan air saat ini yang sangat membutuhkan biaya operasional.

 “Kita sangat ini sedang mengupayakan peningkatan kualitas air, yang mana mulai bulan Februari ini kami sudah tidak menggunakan kaporit lagi untuk membunuh kuman yang ada di dalam kandungan air tetapi melalui sodium hypochlorite yang lebih higeinis dan tingkat kualitasnya lebih baik serta ramah lingkungan dan pastinya tidak menimbulkan bau pada air,” jelasnya.

 Terkait dengan kondisi air di Jayapura saat ini, diakui Entis pasca banjir pada Sabtu (23/2) lalu tingkat debit air di beberapa intik mengalami peningkatan dari 125 liter per detik menjadi 250 liter per detik. Kondisi hujan yang cukup deras juga mempengaruhi proses pendistribusian air ke pelanggan.

“Cura hujan yang cukup tinggi ini memang sangat baik untuk kami, akan tetapi dampaknya juga cukup mempengaruhi kami, yang mana kebanyakan intik yang kami punya tersumbat oleh material tanah, batu, pohon tumbang dan sebagainya, yang mengharuskan kami lebih ekstra siaga setiap saat memberisihkan sampah dari saluran air,” terangnya.(ana/ary) 

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago