

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina. ( FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Impor Papua pada Desember 2020 tercatat senilai US$24,42 juta atau meningkat 44,28 persen, bila dibandingkan impor pada November 2020 yang senilai US$16,93 juta.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina menjelaskan, impor Papua pada Desember 2020 tercatat senilai US$24,42 juta berupa impor migas senilai US$12,33 juta dan impor nonmigas senilai US$12,09 juta.
“Dibandingkan November 2020, nilai impor Papua mengalami peningkatan sebesar 44,28 persen yang dipengaruhi oleh impor migas yang mengalami peningkatan sebesar 133,57 persen (naik US$7,05 juta) dan impor nonmigas yang meningkat 3,81 persen,”ujarnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (16/1).
Diungkapkan, komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan barang-barang dari besi dan baja (HS73) yang memiliki nilai US$3,86 juta atau sebesar 36,27 persen dari total nilai impor komoditi nonmigas.
“Total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Desember 2020 senilai US$199,46 juta atau menurun 43,87 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari – Desember 2019 yang senilai US$355,35 juta,” tambahnya.
Lanjutnya, nilai impor kumulatif migas Januari-Desember 2020 senilai US$67,39 juta. Sementara itu, nilai impor kumulatif nonmigas Papua senilai US$132,07 juta pada periode Januari-Desember 2020.
“Impor 10 golongan nonmigas utama pada Desember 2020 tercatat senilai US$8,53 juta atau menurun 6,51 persen bila dibandingkan November 2020 yang sebesar US$9,13 juta,” terangnya.
Impor 10 golongan nonmigas utama pada Desember 2020 tercatat senilai US$8,53 juta atau menurun 6,51 persen bila dibandingkan November 2020 yang sebesar US$9,13 juta.
“Golongan barang nonmigas utama yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84) sebesar US$1,48 juta, Kendaraan dan bagiannya (HS87) sebesar US$0,34 juta, dan Perkakas (HS82) sebesar US$0,01 juta,”tambahnya.
Diakuinya, Nilai impor golongan nonmigas lainnya mengalami peningkatan sebesar 41,22 persen yaitu dari US$2,52 juta menjadi US$3,56 juta. Impor golongan nonmigas lainnya yang terbesar berasal dari golongan Bahan Peledak (HS36) senilai US$2,5 juta.
Sementara itu, Impor dari tujuh negara utama pada Desember 2020 tercatat sebesar US$14,77 juta atau menurun 11,64 persen dibanding November 2020. Tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Desember 2020 adalah Australia senilai US$8,2 juta (33,59 persen), Malaysia dengan impor senilai US$6,72 juta (27,51 persen), dan Singapura senilai US$5,61 juta (22,97 persen).(ana/ary)
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…