Categories: EKONOMI BISNIS

Impor Papua Meningkat 44, 28 Persen

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina, saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (29/8) lalu.( FOTO:  Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Impor Papua pada Desember 2020 tercatat senilai US$24,42 juta atau meningkat 44,28 persen, bila dibandingkan impor pada November 2020 yang senilai  US$16,93 juta.

 Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina menjelaskan, impor Papua pada Desember 2020 tercatat senilai US$24,42 juta berupa impor migas senilai US$12,33 juta dan impor nonmigas senilai US$12,09 juta. 

 “Dibandingkan November 2020, nilai impor Papua mengalami peningkatan sebesar 44,28 persen yang dipengaruhi oleh impor migas yang mengalami peningkatan sebesar 133,57 persen (naik US$7,05 juta) dan impor nonmigas yang meningkat 3,81 persen,”ujarnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (16/1).

 Diungkapkan, komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan barang-barang dari besi dan baja (HS73) yang memiliki nilai US$3,86 juta atau sebesar 36,27 persen dari total nilai impor komoditi  nonmigas.

 “Total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Desember 2020 senilai US$199,46 juta atau menurun 43,87 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari – Desember 2019 yang senilai US$355,35 juta,” tambahnya.

 Lanjutnya, nilai impor kumulatif migas Januari-Desember 2020 senilai US$67,39 juta. Sementara itu, nilai impor kumulatif nonmigas Papua senilai US$132,07 juta pada periode Januari-Desember 2020.

 “Impor 10 golongan nonmigas utama pada Desember 2020 tercatat senilai US$8,53 juta atau menurun 6,51 persen bila dibandingkan November 2020 yang sebesar US$9,13 juta,” terangnya.

 Impor 10 golongan nonmigas utama pada Desember 2020 tercatat senilai US$8,53 juta  atau menurun 6,51 persen bila dibandingkan November 2020 yang sebesar US$9,13 juta.

 “Golongan barang nonmigas utama yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah  golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84) sebesar US$1,48 juta, Kendaraan dan bagiannya (HS87) sebesar US$0,34 juta, dan Perkakas (HS82) sebesar US$0,01 juta,”tambahnya.

 Diakuinya, Nilai impor golongan nonmigas lainnya mengalami peningkatan sebesar 41,22 persen yaitu dari US$2,52 juta menjadi US$3,56 juta. Impor golongan nonmigas lainnya yang terbesar berasal dari golongan Bahan Peledak (HS36) senilai US$2,5 juta.

 Sementara itu,  Impor dari tujuh negara utama pada Desember 2020 tercatat  sebesar US$14,77 juta atau menurun 11,64 persen dibanding November 2020. Tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Desember 2020 adalah Australia senilai US$8,2 juta (33,59 persen), Malaysia dengan impor senilai US$6,72 juta (27,51 persen), dan Singapura senilai US$5,61 juta (22,97 persen).(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

21 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

21 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

22 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

22 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

23 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

23 hours ago