

JAYAPURA – Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, Bank Papua siapkan uang kas secara bertahap dengan total Rp 1,42 Triliun. Untuk seluruh Cabang Bank Papua sebesar Rp 1,1 triliun dan untuk Cabang Bank Papua di Papua Barat sebesar Rp 300 miliar.
Direktur Keuangan PT. Bank Papua Rudhy Dharma mengatakan, menghadapi Hari Raya Idul Fitri, Bank Papua telah melakukan berbagai kesiapan seperti halnya likuiditas Bank Papua masih sangat kuat diangka 76 persen, sedangkan untuk BI menganjurkan 86%. Hal ini membuktikan likuiditas Bank Papua masih sangat likuid.
“Persediaan kas di Cabang Bank Papua sebesar Rp 560 miliar, sedangkan yang masih ada di Bank Indonesia sebesar Rp 1,9 triliun hal ini menggambarkan likuiditas kita sangat kuat. Sementara untuk persiapan menjelang hari raya kami juga akan siapkan uang kas secara bertahap totalnya sebesar Rp 1,42 triliun terdiri seluruh Cabang Bank Papua sebesar Rp 1,1 triliun dan untuk Cabang Bank Papua di Papua Barat sebesar Rp 300 miliar,” ungkap Rudhy kepada Cenderawasih Pos, Kamis (16/5) kemarin.
Diakuinya, tahun ini kebutuhan uang kas naik menjadi 10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu pihaknya juga menyediakan fasilitas ATM sebanyak 314 ATM yang tersebar di Papua 211 ATM Papua Barat 84 ATM dan diluar Papua dan Papua Barat sebanyak 19 ATM. Sedangkan untuk daerah-daerah yang tidak ada ATM Bank Papua, dapat menggunakan ATM bersama atau Prima.
“Berdasarkan pengalaman dari tahun lalu yaitu transaksi ATM 2 minggu jelang lebaran transaksi ATM naik 40% dan untuk nominalnya sebesar 56%, artinya ada kenaikan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Pihaknya juga ada bekerja sama dengan BI dalam hal kesiapan uang tunai, dimana BI sangat mendukung kerersediaan uang tunai untuk semua bank. (ana/ary)
Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…
Juru Bicara TNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembuat film dokumenter tersebut. Menurutnya,…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…