Categories: EKONOMI BISNIS

Harga Komoditi Pertanian Turun Tapi Sepi Pembeli

JAYAPURA-Harga tomat di pasaran kini turunnya luar biasa, sekarang harga tomat sudah Rp 5 ribu/kg, padahal sebelumnya harga tomat bisa mencapai Rp 15 – Rp 25 ribu/kg.

Turunnya harga tomat disebabkan karena petani tomat saat ini banyak panen tomat secara bersamaan sehingga stok tomat banyak dan harganya turun drastis.

Hasan selaku penjual bumbu dapur di Pasar Baru Youtefa Kotaraja mengakui, harga tomat anjlok karena bersamaan petani tomat panen sehingga tomat stoknya banyak sekali bahka harga tomat ada yang Rp 3 ribu/kg saking banyaknya di pasar.

Menurut Hasan saat ini harga komoditi pertanian banyak yang turun harga selain dari tomat. Untuk harga cabai rawit saja ada yang harga Rp 40 – Rp 50 ribu/kg, harga cabai keriting atau padang Rp 60 – Rp 70 ribu/kg dan kol sudah Rp 17 ribu/kg.

“Harga komoditi pertanian kini banyak yang turun, jika seperti ini pasti pedagang di pasar banyak yang mengeluh karena sepi pembeli,”akunya, Kamis (3/2)kemarin.

Hal senada juga dikatakan Iwan penjual komoditi pertanian di pasar Youtefa Abepura, memang saat ini harga komoditi pertanian banyak yang turun baik itu cabai rawit, tomat, jeruk nipis, dan lainnya termasuk sayur-sayuran harganya kini sidah mulai normal hanya Rp 5 ribu/ikat untuk, sawi, kangkung dan bayam.

Iwan mengaku, para pedagang di pasar banyak yang mengeluh karena harga komoditi pertanian banyak yang turun dan imbasnya kalau turun pengunjung sepi. Pasalnya, saat ini sudah banyak pedagang sayur keliling tentu lebih memilih membeli yang ada di komplek dibanding ke pasar.

Beda jika harga komoditi pertanian naik seperti  cabai, tomat dan sayur-sayuran pasti pengunjung lebih memilih ke pasar karena jika beli di penjual keliling dapat sedikit sekali dan pengunjung akan lebih puas jika beli ke pasar.

“Kalau harga komoditi pertanian turun, masyarakat lebih memilih berbelanja di pedagang sayur keliling tidak perlu repot, tapi kalau komoditi pertanian naik pengunjung lebih memilih membeli ke pasar karena di pasar masih bisa ditawar tapi kalau di penjual keliling tidak bisa,”jelasnya.(dil/gin).

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

8 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

9 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

10 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

11 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

12 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

13 hours ago