

Ratusan siswa siswi SMPN 1 Sentani saat menyampaikan aspirasi mereka ke Presiden Jokowi saat kunjungan ke Sentani, Rabu (31/8). Foto: Robert Mboik/ cepos
SENTANI-Bertepatan dengan kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Jayapura, Rabu (31/8), ratusan siswa SMPN 1 Sentani beserta sejumlah orang tua siswa menyampaikan aspirasi mereka terkait masalah SMP Negeri 1 Sentani yang saat ini kembali dikuasai oleh pemilik ulayat setelah Pemerintah Kabupaten Jayapura dinyatakan kalah di tingkat pengadilan.
Akibatnya lebih dari 900 siswa-siswi SMP Negeri 1 Sentani sejak Desember tahun lalu sudah meninggalkan sekolah yang berlokasi di kawasan Bandar Udara Sentani Kabupaten Jayapura itu dan mengungsi ke beberapa sekolah dasar yang ada di kota Sentani Kabupaten Jayapura.
Bertepatan dengan momen kunjungan presiden republik Indonesia Joko Widodo ke Kabupaten Jayapura dalam berbagai agenda kegiatan Rabu (31/8), ratusan siswa dan juga orang tua siswa datang membawa sejumlah pamflet yang isinya bertuliskan permintaan kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan yang dialami oleh siswa dan guru di SMP Negeri 1 Sentani itu.
“Sekolah kami di palang, tolong kami pak,” demikian bunyi salah satu pamflet yang berhasil ditunjukkan ke arah Presiden Joko Widodo dalam kunjungan itu di kantor pos Sentani Kabupaten Jayapura.
Presiden pun tidak bisa menemui masa yang berkerumun di depan Kantor Pos namun dia hanya meminta tiga perwakilan dari orang tua siswa yang turut hadir dalam aksi tersebut.
Berdasarkan penuturan dari Ibu Tina salah satu perwakilan orang tua siswa kepada wartawan usai menemui Presiden Joko Widodo, dari komunikasi singkat yang disampaikan kepada Presiden Jokowi, bahwa orang nomor satu di Republik Indonesia itu berjanji akan segera memberikan dana ganti rugi senilai Rp 3,5 miliar sesuai dengan tuntutan masyarakat pemilik ulayat dari tanah tersebut.
“Bapak (Presiden red) akan membayar lunas tuntutan pemilik ulayat sebesar 3,5 miliar rupiah,”ujar Tina. (roy).
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…